Berita

Masjid di Christchurch, Selandia Baru/Net

Dunia

Remaja 19 Tahun Ditangkap Karena Sebarkan Ancaman Dan Teror Di Masjid

KAMIS, 05 MARET 2020 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa hari jelang peringatan tragedi penembakan massal paling berdarah, seorang remaja 19 tahun ditangkap karena mengeluarkan ancaman mengerikan dan teror yang menjijikkan.
 
Selandia Baru baru saja akan memperingati setahun tragedi paling berdarah yang terjadi di sebuah masjid di Christchurch. Masjid tersebut telah menjadi target penembakan massal yang mengerikan yang tidak akan bisa dilupakan warga di sana pada Maret 2019 lalu. 

Namun, menjelang peringatan itu, Polisi Selandia Baru justru menangkap seorang remaja pria 19 tahun yang telah mengeluarkan ancaman yang sadis untuk masjid tersebut.
 

 
Ia membuat sebuah pesan ancaman melalui aplikasi, sambil menunjukkan foto seorang pria menggunakan balaclava duduk di mobil di luar masjid Al Noor. Dalam keterangan foto tertulis teks bernada ancaman dan emoji senjata.

"Aotearoa Selandia Baru tidak bisa menerima ancaman menjijikan seperti itu. Tidak ada toleransi bagi orang yang telah meneror dan menyinggung pihak (golongan) lain,” kata komandan polisi Canterbury, John Price dalam sebuah pernyataan, merujuk pada negara itu dengan nama Maori dan Inggris seperti dikutip dari AFP, Rabu (4/3).

Polisi menangkap remaja itu, dan melakukan penggeledahan di rumahnya di Christchurch dan menemukan beberapa barang, termasuk sebuah kendaraan.

Price mengatakan remaja itu telah didakwa atas ancaman kebencian dan teror. Polisi juga masih mengumpulkan bukti atas ancaman remaja tersebut terhadap masjid.

Ia mengerahkan pasukannya untuk berjaga-jaga di sekitar masjid Al Noor serta Linwood.

"Keamanan masyarakat adalah prioritas utama kami," ujarnya.

Price memuji anggota masyarakat yang melaporkan foto ancaman itu dan memperingatkan agar tidak membagikannya di dunia maya.

Ia mengatakan foto itu telah dirujuk ke kepala sensor Selandia Baru David Shanks untuk melihat apakah gambar itu harus diklasifikasikan sebagai materi yang tidak pantas, yang akan menjadikannya sebagai kejahatan yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.

Shanks tahun lalu melarang video live aksi penembakan di media sosial dan seorang pria Christchurch yang kemudian berbagi video itu dipenjara selama enam bulan.

Tahun lalu seorang pendukung supremasi kulit putih membantai 51 jamaah yang akan melakukan salat Jumat di dua masjid Christchurch.

Tersangka penyerang masjid, Brenton Tarrant, berkebangsaan Australia, akan diadili pada 2 Juni menghadapi dakwaan terorisme plus 51 tuduhan pembunuhan dan 40 percobaan pembunuhan atas pembunuhan itu.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya