Berita

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra/RMOL

Presisi

Polri Tingkatkan Upaya Pencegahan Dan Penegakan Hukum Terkait Hoax Corona

SELASA, 03 MARET 2020 | 14:52 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Aspek ketenangan bagi masyarakat saat ini sangat dibutuhkan, salah satunya dengan pemberitaan yang jernih. Untuk itu, Polri meningkatkan upaya pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap hoax soal virus corona yang beredar.

Demikian yang disampaikan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra kepada wartawan disela acara workshop dalam rangka IAWP 2020 Polwan Menuju Panggung Utama Kepolisian di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (3/3).

“Kita setiap hari melakukan partoli siber di dunia maya, kalau ditemukan adanya hoax kita tidak ragu menindak. Mengingat hoax berpengaruh negatif di masyarkat,” ujar Asep.


Untuk itu, Polri menghimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan sosial media di tengah maraknya informasi khususnya terkait virus corona yang belum tentu valid kebenaranya.

“Jangan percaya pemberitaan dan menyebarkan kepada orang lain,” himbau Asep.

Dampak daripada informasi-informasi yang menyesatkan tersebut saat ini dinilai menyebabkan masyarakat panik.

Hal tersebut, kata Asep terlihat adanya fenomena terjadi di tengah masyarakat yang membeli masker dengan harga tinggi, bahkan akibat dari kepanikan masyarakat memborong sembako di supermarket-supermarket yang ada.

“Dalam hal ini, Polisi tidak berdiam diri, kita melakukan koordinasi dengan berbagai instansi dan melakukan penyelidikan,” katanya.

Terkait hal tersebut, sambung Asep, pihaknya mewanti-wanti pengusaha agar tidak melakukan penimbunan barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Jika terbukti, Polri tidak segan untuk melakukan tindakan hukum tegas kepada pengusaha yang nekat bermain di tengah kepanikan masyarakat terkait virus corona.

“Kalau pelaku usaha terbukti melakukan penimbunan, bisa ditindak dengan UU perdagangan pasal 107 ancaman 5 tahun dan denda 50 miliar. Mabes punya satgas pangan, yang membantu mengntrol ketersedian bahan pangan,” pungkas perwira dengan melati tiga dipundak ini.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya