Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

RR: Seperti Tahun 1997, Ekonom Konvensional Gagal Memperkirakan Kehancuran Sistem Ekonomi

JUMAT, 28 FEBRUARI 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gejala-gejala menjelang krisis yang terjadi di tahun 1998 seperti kembali terjadi di tahun ini. Setidaknya, hal itu dapat dilihat dari para analis pasar modal dan ekonom konvensional yang tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi pada 6 hingga 12 bulan yang akan datang.

Begitu kata ekonom senior DR. Rizal Ramli mengamati tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami penurunan. Menurutnya, ekonom konvensional hanya bisa melakukan ektrapolasi trend, atau melakukan perkiraan hanya melalui variabel tren. Mereka, sambungnya, tidak bisa mengamati potensi kehancuran sebuah struktur ekonomi.

“Mereka hanya bisa melakukan extrapolasi trend, tidak bisa memperkirakan akan ada “struktural break” 😀😀. Itu terjadi 1996-1997, terulang kembali 2019-2020,” ujarnya kepada redaksi, Jumat (28/2).


Menurutnya, saat ini media-media mainstream atau arus utama juga gagal memberi solusi. Pasalnya, kebanyakan media tersebut hanya memuat penjelasan pejabat-pejabat yang rajin melakukan pembelaan diri.

Termasuk, sambung Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, media hanya memuat penjelasan dari ekonom konvensional yang gagal meramalkan kondisi ekonomi.

“Akibatnya, beban krisis akan lebih besar untuk bangsa dan rakyat kita, karena rakyat dan bisnis terlena dengan fatamorgana itu, tidak bersiap-siap melakukan tindakan preventif,” terangnya.

“Kok ndak pernah belajar dari sejarah?” tutup mantan Menko Kemaritiman itu.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya