Berita

PLN masih selidiki penyebab robohnya tower Sutet di Rembang/RMOLjJateng

Nusantara

Selidiki Penyebab Tower Sutet Roboh, PLN Datangkan Tim Ahli Dari ITB

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 16:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pihak PLN Rembang terus meneliti penyebab robohnya tower Sutet pada Rabu dinihari tadi (26/2). Tim ahli dari ITB Bandung pun didatangkan untuk mencari tahu penyebab utama tower Sutet itu roboh.

Tim dari ITB sudah berada di lapangan untuk melakukan penelitian, pada Rabu siang (26/2).

General Manajer PT PLN Persero Unit Induk Distribusi Jateng/DIY, Febi Joko Priharto, kepada Kantor Berita RMOLJateng mengatakan,  secara kasat mata penyebab ambruknya tower lantaran terjadi pergeseran pondasi yang dipicu lembeknya tanah akibat sering diguyur hujan.


"Itu yang kami lihat secara kasat mata. Yang memastikan biar tim ITB yang melakukan kajian secara ilmiah. Kami juga meminta tim ini untuk melihat dan mengkaji tower-tower lain di Rembang ini," tutur Febi, disela-sela melihat lokasi robohnya tower PLTU Rembang, Rabu (26/2).

Disinggung kerugian akibat ambruknya tower Sutet PLTU Rembang, Febi mengaku belum mengetahui secara pasti.

Menurut dia, setidaknya ada dua kerugian. Yakni kerugian secara material dan psikologis, khususnya yang dialami warga sekitar yang terdampak langsung.

"Kerugian paling besar adalah tidak terjualnya daya listrik selama tower belum bisa di fungsikan kembali. Sampai siang ini masih ada enam kecamatan di Rembang dan Blora belum menyala," terang Febi.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan memberi kompensasi bagi warga yang rumahnya tertimpa tower Sutet PLTU Rembang. Termasuk membiayai perawatan di rumah sakit.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya