Berita

Ketua DPR RI, Puan Maharani/Net

Politik

Puan Maharani: Kini Masyarakat Sudah Makin Percaya Dengan DPR

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 01:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil survei yang menempatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) sebagai lembaga berkinerja baik direspons positif oleh pimpinan DPR RI.

“Alhamdulillah ini ada kabar baik. Hasil survei itu menunjukkan bahwa DPR saat ini sudah mulai mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ucap Ketua DPR RI, Puan Maharani saat menghadiri Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh MKD DPR RI di Jakarta, Hotel Crowne Plaza, Semanggi, Jakarta Pusat, Senin (24/2).

Puan menjadi pembicara kunci seminar yang bertema 'Arah Baru Kebijakan MKD: Upaya Menghadirkan Peradaban Hikmah’. Ikut hadir dalam acara ini Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar dan Rachmat Gobel. Ketua MKD DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi dan sejumlah anggota MKD.


Menurut Puan, kenaikan kepercayaan masyarakat kepada DPR semenjak ia memimpin lembaga ini menunjukan tingginya harapan masyarakat atas kinerja DPR. Sebelumnya, pada awal Oktober 2019, survei publik yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia menunjukkan kepercayaan masyarakat di angka 40 persen.

Namun kali ini, 50,5 persen responden dalam survei Politika Research and Consulting dan Parameter Politik Indonesia percaya dengan kinerja DPR RI.

“Jadi sekarang sudah mulai ada peningkatan kepercayaan atau trust dari rakyat kepada DPR, harus selalu kita tumbuhkan dan jaga. Termasuk dengan menegakkan citra dan wibawa parlemen,” ujarnya.

Menjaga kepercayaan masyarakat tentu menjadi tugas seluruh anggota parlemen. Sebab menurut Puan, perilaku satu anggota DPR akan dapat memengaruhi persepsi rakyat kepada seluruh anggota dewan.

“Sayangnya ketika satu anggota dewan berperilaku secara terhormat, belum tentu seluruh dewan akan dipandang secara positif,” urainya.

Puan menambahkan, peningkatan citra dan wibawa parlemen tidak terjadi secara otomatis. Dia mengingatkan bahwa tujuan MKD adalah menjaga serta menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat.

“Karena itulah diperlukan kode etik DPR dan Mahkamah Kehormatan Dewan,” tandasnya.

Survei Politika Research and Consulting dan Parameter Politik Indonesia dilakukan pada periode 28 Januari hingga 5 Februari 2020 dengan metode multistage random sampling secara proporsional terhadap 2.197 orang di 220 desa/kelurahan. Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen dengan margin of error sebesar 2,13 persen.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya