Berita

Presiden pertama RI Soekarno/Net

Politik

Sudah Aksioma, Apa Motif Indo Barometer Benturkan Soekarno Dengan Jokowi?

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 14:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kehebatan Bapak Bangsa sekaligus Proklamator Indonesia, Soekarno sudah pada tingkat aksioma, yaitu pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian.

Dengan demikian, harus ditanya apa motif Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari melakukan survei terkait tingkat kesukaan terhadap Presiden termasuk Bung Karno sapaan akrab Soekarno.

"Berapa dia dibayar, harus dibuka. Kenapa Bung Karno dibenturkan dengan Jokowi yang belum ada apa-apanya," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan saat dihubungi redaksi, Senin (24/2).


Menurut Syahganda, sangat tidak pantas tingkat kepuasan terhadap Bung Karno disurvei, apalagi dibandingkan dengan presiden yang lain.

"Bung Karno sudah legenda, pahlawan. Dia sudah ada di relung hati paling dalam rakyat Indonesia, sangat dicintai dan dikagumi. Jadi, tidak mungkin dikalahkan," tuturnya.

Survei Indo Barometer ini juga dinilai telah menghina perjuangan Ketua Umum PDIP sekaligus putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri yang selama ini menjaga, merawat, dan melanjutkan nilai-nilai yang dibawa Bung Karno.

"Sudah sekian lama lama dijaga, sekarang dihancurkan M. Qodari," ujar Syahganda.

Aktivis pergerakan mahasiswa ITB era 1980-an ini menambahkan, dari sisi mana pun tidak tepat membandingkan Soekarno dengan Jokowi. Soekarno punya karya agung 'Marhaenisme', Jokowi punya apa?

Masih kata Syahganda, dia sangat merasa heran kenapa Jokowi disebut lebih disukai rakyat ketimbang Soekarno. Dimana saat ini, kepemimpinan Jokowi diyakini akan ikut goyang dengan keberadaan China yang ekonominya terpuruk akibat dampak perang dagang, ditambah dilibas virus corona.

"Sehingga tidak ada bantuan murah lagi, dengan begitu dia akan goyang. Jadi Soekarno dengan Jokowi tidak ada bandingnya," tutup dia.

Lembaga survei Indo Barometer menyatakan Presiden Joko Widodo lebih disukai ketimbang Presiden pertama RI Sukarno. Dari hasil survei survei yang dilakukan pada 9-15 Januari 2020, Jokowi unggul dengan 23,4 persen, lebih tinggi dibanding Sukarno 23,3 persen.

Selengkapnya: Soeharto (23.8 persen), Joko Widodo (23.4 persen), Soekarno (23.3 persen), Susilo Bambang Yudhoyono (14.4 persen), BJ Habibie (8.3 persen), Abdurrahman Wahid (5.5 persen), dan Megawati Soekarnoputri (1.2 persen).

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya