Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Kebijakan Pajak Sri Mulyani Bakal Menjauhkan Jokowi Dari Rakyat Kecil, Tepat Dicopot!

SABTU, 22 FEBRUARI 2020 | 14:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo dikenal sebagai tipikal orang yang mengedepankan target. Namun dari perjalanan pemerintahannya, ada target yang belum terpenuhi, yaitu membuat ekonomi melesat tinggi.

Jokowi pernah mematok pertumbuhan ekonomi 7 persen. Namun selama 5 tahun periode pertamanya, target tersebut tidak tercapai.

Pada 2016, Jokowi memasukkan Sri Mulyani di kabinet sebagai Menteri Keuangan dengan harapan bisa mewujudkan target yang diinginkkanya. Namun, faktanya dari 2016 hingga 2019, tidak ada perubahan sama sekali.


Alumnus ekonomi Islam dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Sya'roni mengatakan, sejatinya Jokowi masih ingin memberi kesempatan kepada Sri Mulyani pada periode kedua. Namun Jokowi tampaknya kembali kecewa.

"Pada kuartal IV-2019, ekonomi makin nyungsep hanya tumbuh 4,97 persen. Defisit APBN makin melebar mencapai Rp. 353 triliun. Penerimaan pajak bolong Rp. 245,5 triliun," ujar Sya'roni kepada redaksi, Sabtu (22/2).

Kondisi diperparah saat memasuki Januari 2020. Awal tahun yang semestinya dimulai dengan optimisme, nyatanya dimulai dengan penciptaan utang baru sebesar Rp. 90 triliun dari lelang SUN.

Dan dilaporkan selama Januari 2020 terjadi defisit anggaran mencapai Rp. 36,1 triliun.

"Defisit semakin parah. Tapi solusi brilian belum hadir juga. Publik makin kecewa saat Menkeu mengutarakan rencana mengenakan cukai untuk plastik kresek, emisi motor, dan minuman pemanis," terang Sya'roni.

Ketiga produk tersebut identik yang dikonsumsi rakyat kecil. Pengenaan cukai akan membebani rakyat kecil. Bukan tidak mungkin kebijakan ini akan menjauhkan Jokowi dari rakyat kecil.

"Maka, bila terjadi reshuffle, kemungkinan salah satu pos kementerian yang diganti adalah Kementerian Keuangan," demikian Sya'roni.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya