Berita

Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono (HB) X/Net

Hukum

Kepala Sekolah Dan Guru Ekskul SMPN 1 Turi Bisa Dijerat Pasal Kelalaian Mengakibatkan Kematian

SABTU, 22 FEBRUARI 2020 | 12:16 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Di tengah keprihatinan dan duka mendalam atas musibah yang menimpa ratusan murid SMPN 1 Turi Sleman, Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono (HB) X saat meninjau proses evakusi lokasi kejadian di Turi, Jumat tengah malam (21/2), meminta sekolah untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Sultan juga menyayangkan mengapa pihak SMPN 1 Turi tetap mengadakan kegiatan susur sungai saat musim hujan.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan dalam rilis mereka bahwa kegiatan susur hujan tidak boleh dilakukan oleh anak-anak, karena kegiatan susur hujan ini hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa dan pihak-pihak yang sudah terlatih.


BNPB menambahkan juga bahwa kegiatan susur hujan hanya boleh dilakukan pada musim kemarau, bukan pada musim hujan.

Lantas untuk menyikapi tragedi hanyut massal ratusan murid SMPN 1 Turi Sleman ini, pihak Polda DIY akan memeriksa sejumlah orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan susur sungai yang dilakukan ratusan siswa SMPN 1 Turi.

Dalam kegiatan di Sungai Sempor, Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman, Jumat, 21 Februari 2020 kemarin, 7 orang siswa tewas mengenaskan.

Dari data BPBD Sleman, kegiatan yang diikuti 249 siswa (124 siswa kelas 7 dan 125 siswa kelas 8).

Dari jumlah itu 116 terkonfirmasi selamat 23 luka, tujuh siswa ditemukan meninggal dunia dan tiga siswa belum ditemukan.

Atas kejadian itu, polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan.

Apa yang bisa diulas dari kejadian ini?

Pertama bahwa yang paling bertanggung jawab dalam tragedi ini adalah Kepala Sekolah, kemudian para pembina atau guru-guru yang mengajarkan pramuka di SMAN 1 Turi Sleman.

Jika kegiatan susur hujan dilakukan dalam rangka ekstrakurikuler pramuka di sekolah itu, maka polisi harus menelusuri siapa yang mengusulkan diadakan kegiatan susur sungai.

Sebab, untuk pramuka di level SMP, tidak ada kegiatan alam bebas seperti itu yang diperkenankan.

Kegiatan susur hujan, paling tidak dilakukan oleh kalangan mahasiswa pencinta alam di tingkat Perguruan Tinggi, yang sudah terlatih dan berpengalaman di alam bebas.

Mengapa pihak sekolah tidak mengirim tim advance atau tim pendahulu untuk menyusuri rute yang mau didatangi ratusan siswa dalam kegiatan susur sungai?

Sebab jika ada tim pendahulu yang datang ke lokasi untuk melakukan survei, paling tidak mereka bisa mendapat informasi dari warga setempat tentang bagaimana kondisi sungai Sempor.

Mengapa tidak ada pelampung dan berbagai perlengkapan untuk proteksi diri yang dikenalan di masing-masing badan siswa?

Dalam arti kata, terbuka lebar kemungkinan Kepala Sekolah SMPN 1 Turi dapat dipidana, termasuk para guru dan penanggung jawab yang membawahi kegiatan ekstrakulikuler pramuka.

Untuk sementara, pasal yang paling dimungkinkan untuk dipakai penyidik adalah Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai perbuatan yang mengakibatkan orang mati karena salahnya.

Yaitu, "Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun".

Musibah Sungai Sempor ini, harus menjadi pembelajaran bagi seluruh sekolah di Indonesia, khususnya di tingkat SD dan SMP, untuk jangan pernah mengharuskan para siswa mereka mengikuti kegiatan alam bebas yang mengancam keselamatan nyawa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya