Berita

Politik

Capres 2024, AHY Terdepan, Yenny Wahid Terbelakang, Gibran Menang Tipis Atas Puan

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 15:37 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Masih tahun 2020 dan periode kedua pemerintahan Joko Widodo masih berusia 100an hari, tetapi sepertinya masyarakat Indonesia, setidaknya pemerhati politik, sudah tidak sabar menunggu kontestasi berikutnya: Pilpres 2024.

Pembicaraan mengenai berbagai skenario yang mungkin terjadi dalam Pilpres 2024 sudah mulai ramai dibicarakan belakangan ini. Dibicarakan berbagai kalangan. Kalangan oposisi, maupun kalangan penguasa.

Kalangan oposisi, misalnya, sedang mencari-cari sosok yang akan mereka usung dan perjuangkan dalam pilpres mendatang. Tidak sedikit dari mereka yang kehilangan kepercayaan pada sosok Prabowo Subianto yang kini menjadi Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Jokowi.


Kalangan yang berkuasa  sedang ramai membicarakan komposisi yang mungkin dan menguntungkan. Apakah komposisi itu melibatkan partai-partai utama? Atau apakah komposisi itu merupakan kombinasi antara tokoh parpol dengan profesional pro penguasa?

Banyak nama yang beredar.

Di antara semua itu, nama-nama dari kalangan anak penguasa pun menarik untuk ditelisik. Peluang mereka terbuka. Modal politik sudah punya.

Setidaknya ada empat anak mantan presiden dan presiden yang dinilai memiliki peluang untuk masuk bursa Pilpres 2024.

Mereka adalah: Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, anak dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang berkuasa antara 1999 hingga 2001.

Lalu, Puan Maharani Kiemas, anak bungsu mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Selanjutnya, Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), putra dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Terakhir, Gibran Rakabuming Raka, anak dari Presiden Joko Widodo.

Peluang yang masing-masing mereka miliki cukup unik.

Yenny Wahid adalah simbol dari generasi muda Gusdurian. Pesonanya tidak pernah pudar. Dia sempat dijagokan di bursa calon menteri yang lalu. Ada pandangan yang menilai ia pantas menjadi menteri sosial, menteri pendidikan, bahkan menteri agama.

Tetapi, untuk sementara Yenny harus puas menjadi Komisaris Garuda Indonesia.

Puan kelihatannya memiliki modal politik yang lebih besar dibandingkan tiga nama lain. Ia pernah menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Lalu kini sebagai Ketua DPR RI. Wanita pertama yang menduduki kursi itu.

Modal terbesar Puan sudah barang tentu adalah PDIP. Dia putri mahkota. Harapan terbesar orangtuanya untuk melanjutkan tahta kuasa.

Adapun AHY tidak tertandingi di Partai Demokrat yang didirikan ayahnya.

Dia pernah bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Kalah. Namun terlatih. Dalam perhelatan Pemilu 2019, AHY berdiri di garis terdepan memimpin pasukan pemenangan dan hasilnya Demokrat mendapatkan 7 persen suara pemilih.

AHY tidak hanya menjadi harapan keluarga. Tetapi juga harapan lapisan muda di partai itu. Mereka solid menginginkan AHY memimpin Demokrat juga memimpin Indonesia. Bagi mereka, hanya AHY yang bisa diandalkan.

Sementara Gibran sedang berusaha mengukur keberuntungan di arena Pilkada 2020.

Sebagai putra dari presiden yag didukung PDIP, entah Gibran yang membayangi Puan, atau Puan dibayang-bayangi Gibran.

Kantor Berita Politik RMOL menggelar poling 24 jam yang menjaring pendapat netizen mengenai siapa di antara empat anak penguasa itu yang paling berpeluang ikut bertarung di bursa Capres 2024.

Sebanyak 4.890 akun Twitter ikut dalam poling yang menggunakan hashtag #TwitPol24Jam. Sampai laporan ini diturunkan, sudah lebih dari seribu akun yang memberikan komentar.

Bagaimana hasilnya?

AHY berada di posisi terdepan dengan 69,9 persen dukungan. Dia melenggang sendiri, tak ada yang membayangi di belakangnnya.

Saingan terdekat adalah Gibran Jokowi yang mengantongi 13,6 persen dan dibayang-bayangi oleh Puan Maharani (11,6 persen).

Adapun  Yenny Wahid harus puas di nomor buntut, dengan 4,9 persen.

#TwitPol24Jam ini tidak dikerjakan dengan menggunakan metode poling yang terukur dan dapat diandalkan. Satu-satunya tujuan dari poling ini adalah untuk menjaring pandangan netizen di dunia maya, khususnya yang menggunakan aplikais Twitter.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya