Berita

Kasatgas Antimafia Bola Polri, Brigjen Hendro Pandowo/RMOL

Presisi

Lebih Kedepankan Pencegahan, Satgas Antimafia Bola Polri Jilid 3 Tak Segan Beri Tindakan Hukum

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 13:15 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Menjelang bergulirnya Liga 1 2020 yang hanya tinggal menghitung hari, Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri melakukan koordinasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Hotel Atlet Century, Jakarta.

Koordinasi dilakukan karena kerja Satgas Antimafia Bola jilid 3 ini akan lebih kedepankan upaya pencegahan terjadinya match fixing alias pengaturan skor.

Kasatgas Antimafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo menyampaikan, Satgas Antimafia Bola jilid 3 ini akan lebih mengedepankan aspek pengawasan dan monitoring, ketimbang melakukan penangkapan.


“Dari Satgas jilid 1 dan 2 maka kita semakin memahami bahwa jika ada hal-hal yang masuk dalam aspek match fixing akan kita lakukan penegakan hukum, tetapi untuk jilid 3 ini kita melakukan monitoring dan pencegahan. Lebih kedepankan aspek preventifnya,” kata Hendro Pandowo di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (20/2).

Hendro menambahkan, dari pengalamannya memimpin Satgas Antimafia Bola sejak jilid 1 dan 2, match fixing dipengaruhi oleh bandar judi, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sepanjang Satgas Antimafia Bola ini dibentuk, sambung Hendro, pihaknya telah menetapkan 18 orang tersangka dengan 5 berkas perkara. Para tersangka terdiri dari berbagai unsur seperti internal PSSI, Exco PSSI, oknum wasit dan perangkat pertandingan, hingga manajer klub peserta liga.

Guna menguatkan pengawasan dan monitoring, Satgas wilayah di 12 Polda yang menjadi tempat penyelenggaraan Liga 1 pun telah dibentuk.

Jenderal bintang satu yang juga menjabat Karo Provost Polri ini menambahkan, Satgas Antimafia Bola jilid 3 ini menegaskan kepada semua pihak yang terkait dengan persepakbolaan di Indonesia bahwa jangan sampai ada lagi penangkapan-penangkapan.

“Tetapi jika ada (match fixing), kita nggak segan-segan untuk melakukan tindakan penegakan hukum,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya