Berita

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi/Net

Hukum

KPK Sebut Buronan Nurhadi Belum Terdeteksi Gunakan Telepon Genggam

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 06:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus berupaya mencari keberadaan buronan kasus suap Nurhadi Cs.

KPK juga menelusuri informasi dari masyarakat serta siapa pun yang tahu keberadaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) itu, beserta dua orang lainnya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya membuka diri terhadap segala informasi yang bisa mengungkap keberadaan Nurhadi Cs.


Hingga Rabu (19/2) malam, tim KPK menelusuri titik-titik di Jakarta dan luar Jakarta.

"Pasti, penyidik pasti menelusuri itu bahkan tidak hanya satu tempat. Tiga bahkan lebih dari tiga tempat. Kalau info yang di Jakarta, itu hanya salah satunya. Kami pastikan tidak hanya satu tempat. Tidak hanya di Jakarta, diluar Jakarta juga. Kami melakukan pemantauan," ujar Ali Fikri kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (19/2).

Dalam melakukan pencarian, KPK juga menggunakan bantuan teknologi.
"KPK memaksimalkan potensi yang ada ya. Termasuk kemungkinan para tersangka menggunakan teknologi, kami antisipasi dan kami telusuri," ujar Ali Fikri.

Pencarian akan memudahkan apabila buronan Nurhadi Cs menggunakan telepon genggam atau mengaktifkan media sosialnya. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda Nurhadi Cs terdeteksi menggunakan telepon genggam atau mengaktifkan media sosialnya.

"Sampai hari ini tentunya begitu. Sehingga kami tidak mengetahui keberadaan para tersangka atau belum mengetahui secara pasti, sehingga kami belum bisa menangkapnya," terang Ali Fikri.

Diberitakan oleh Kantor Berita Politik RMOL sebelumnya, Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA.

Selain Nurhadi, KPK menjerat 2 tersangka lain, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

Selain urusan suap, Nurhadi dan Rezky disangkakan KPK menerima gratifikasi berkaitan dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK (peninjauan kembali) di MA.

Nurhadi, Rezky, dan Hiendra ditetapkan menjadi DPO KPK pada 11 Februari 2020 lalu, setelah 3 kali mangkir sebagai saksi dan 2 kali sebagai tersangka pada 9 dan 27 Januari lalu.

Ketiganya sempat memohon praperadilan di PN Jakarta Selatan. Yang disoalkan adalah mengenai status tersangka yang dianggap tak sah. Namun, majelis hakim tunggal menolak praperadilan itu dan status tersangka untuk trio tersangka mafia peradilan itu tetap sah.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya