Berita

Mikhail Fradkov/KBRI Moskow

Dunia

Mantan PM Mikhail Fradkov Buka Seminar 70 Tahun Indonesia-Rusia

RABU, 19 FEBRUARI 2020 | 15:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hubungan dua negara sahabat Indonesia dan Rusia memasuki dimensi baru pada abad ke-21.

Peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun ini menjadi momentum untuk menuju tingkat kemitraan strategis. Indonesia dan Rusia telah memiliki dasar-dasar hubungan yang kuat sebagai pondasi dalam kerja sama di berbagai bidang.

Hal tersebut mengemuka dalam seminar "Menuju Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia: Tantangan dan Peluang" yang diselenggarakan oleh KBRI Moskow, di MGIMO University (Moscow State of International Relations), Selasa (18/2). Sebagai pembicara utama seminar adalah Perdana Menteri Rusia tahun 2004-2007, Mikhail Fradkov. Dia juga Direktur Institut Kajian Strategis Rusia.


Seminar yang didukung oleh MGIMO University dan ASEAN Centre merupakan bagian dari peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia. Hadir dalam seminar tersebut Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia merangkap Belarus, M. Wahid Supriyadi; Rektor MGIMO University, Anatoly Torkunov; dan Direktur ASEAN Centre di MGIMO University, Victor Sumsky.

Seminar dihadiri oleh korps diplomatik, perwakilan kementerian terkait, pakar dan akademisi bidang hubungan internasional dan politik Rusia, pelaku bisnis, mahasiswa, pemerhati dan pecinta Indonesia di Rusia.

Mikhail Fradkov dalam keynote speech-nya mengatakan hubungan Indonesia dan Rusia dalam tingkat pembaharuan di tengah perkembangan situasi yang kompleks dan dinamis yang terjadi di kawasan dan dunia internasional saat ini.

Kerja sama bidang tradisional kedua negara masih menjadi fokus, seperti teknik mesin, teknik militer, pariwisata dan pertanian. Akan tetapi, terdapat peluang besar mengembangkan kerja sama di bidang lainnya, seperti kesehatan dan industri farmasi, penerbangan sipil, energi, keamanan siber, pendidikan dan pelatihan.

Seminar tiga sesi ini menghadirkan pembicara dari Indonesia, yaitu dosen Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia, Hariyadi Wirawan mengangkat tema Towards Indonesia-Russia Strategic Partnership, dan CEO Bukalapak, Fajrin Rasyid yang menyampaikan tema Bridging Indonesia-Russia: Digital Economy Way. Sedangkan seorang pembicara lainnya adalah dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Ahmad Fahrurodji yang mengulas tema Indonesia-Russia: Challenges of Multi-Cultural Society.

Fajrin Rasyid menilai besarnya peluang kerja sama ekonomi digital. Perkembangan ekonomi digital yang sangat cepat di era revolusi industri 4.0 saat ini berpeluang lebih meningkatkan kerja sama di antara para pelaku ekonomi Indonesia dengan Rusia, dan Bukalapak siap menjalin kerja sama dengan perusahaan startup Rusia.

Duta Besar Wahid Supriyadi mencatat bahwa pada peringatan 70 tahun hubungan diplomatik dapat dilihat kerja sama kedua negara di berbagai bidang pada tingkat yang lebih tinggi. Kedekatan ikatan personal dan saling pengertian dari pemimpin kedua negara menjadi pusat kesuksesan hubungan dan kerja sama.

"Indonesia memiliki dialog yang intensif dengan Rusia, seperti di bidang politik, ekonomi, pertahanan, keamanan, dan budaya yang menunjukan luas dan dalamnya hubungan kedua negara kita," kata Dubes Wahid.

Selain seminar, peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia ini juga dirangkai dengan pameran foto Indonesia "Faces of Indonesia" karya fotografer Rusia, Sergey Kovalchuk. Sebanyak 23 foto berukuran besar menampilkan beragam wajah dan aktifitas warga Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia, menghiasi Atrium Hall MGIMO University. Pameran berlangsung tanggal 15-21 Februari 2020.

Sementara itu, seminar yang sama juga diselenggarakan di St. Petersburg pada 20 Februari 2020 atas kerja sama KBRI Moskow dengan Pemerintah St. Petersburg.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya