Berita

Kapal pesiar Diamond Princess/Net

Politik

Menlu: Karantina 78 WNI Di Kapal Pesiar Jepang Berakhir Besok

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 09:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 283 orang yang datang dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei telah mengakhiri masa karantina selama 14 hari di Pulau Natuna pada Sabtu lalu (15/2).

Perhatian pemerintah Indonesia tentang perlindungan warga negara Indonesia (WNI) kini beralih. Konsentrasi ditujukan pada 78 WNI yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess dan 362 WNI di kapal pesiar Wesderdan.

Berdasarkan informasi dari otoritas Jepang, 78 WNI di Diamond Princess akan segera mengakhiri masa karantinanya besok, Rabu (19/2).


Demikian yang diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin petang (17/2).

"WNI kru kita adalah kru yang terbesar. Jumlahnya 362. Nah dari 362 ini, pada saat mereka berlabuh, mereka dalam kondisi sehat," urai Retno merujuk pada WNI di kapal Westerdam yang telah berlabuh di Kamboja pada Sabtu.

Di samping itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dalam ratas tersebut juga menyebut saat ini pemerintah terus mengawasi WNI di luar negeri yang masih terancam paparan Covid-19, termasuk kasus WNI yang menjadi awak kapal pesiar Westerdam dan Diamond Princess.

“Bila terjadi keadaan terburuk, kita harus tangani seperti WNI dari Hubei. Tetapi kita juga menghormati kewenangan negara dan protokol WHO yang telah ditetapkan. Saya kira kita juga akan siap untuk menghadapi itu,” tutur Muhadjir seperti yang dilansir dari laman Setkab.

Selain memantau perkembangan WNI di luar negeri, pemerintah juga mengutamakan keamanan dalam negeri.

Menurut Muhadjir, pemerintah akan memperketat kewaspadaan di pintu-pintu masuk berbagai jalur, yaitu darat laut dan udara, termasuk memaksimalkan peralatan yang diperlukan dalam pemeriksaan.

“Pemerintah juga akan memperketat pemeriksaan riwayat perjalanan dan kesehatan dari Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya