Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Globalisasi Fobia

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 | 22:06 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BENCANA membuat manusia menderita trauma. Trauma merupakan satu di antara sekian banyak penyebab manusia menderita fobia.

Bencana

Bencana Pearl Harbour yang memusnahkan armada angkatan laut Amerika Serikat di samudera Pasifik membuat warga AS trauma sehingga menderita Niponofobia alias fobia terhadap orang Jepang termasuk yang sudah menjadi warga negara AS. Bencana G30S membuat pemerintah Indonesia trauma sehingga Komunisofobia alias fobia terhadap komunisme. Akibat bencana 911, warga AS sempat dilanda wabah Islamofobia alias alergi terhadap apa pun terkait atau dikaitkan dengan Islam.


Bencana banjir 1 Januari 2020 membuat warga kota Jakarta trauma yang kemudian membuat sebagian (tidak semua) warga kota Jakarta menderita Aniesofobia alias fobia terhadap Anies Baswedan yang dianggap biang keladi musibah banjir. Meski sebenarnya banjir juga melanda Bogor, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan lain-lain daerah Nusantara, hukumnya wajib tetap yang salah harus Anies!

RRC-Fobia

New York Times sejak akhir hari raya Imlek, nyaris setiap hari memberitakan kemelut wabah Corona sebagai cover-story di halaman paling depan. Bahkan pada edisi 1 Februari 2020, NYT secara panjang lebar memberitakan perkembangan wabah Corona yang memicu gelombang wabah RRC-Fobia. Majalah The Economist memajang cover edisi 1 Februari 2020 dengan gambar bola dunia mengenakan masker penutup mulut dan hidung terbuat dari bendera Republik Rakyat China beserta komentar “How bad will it get?”.

Tampaknya sikon sudah berkembang menjadi benar-benar “bad”, maka sejak 3 Februari 2020 akhirnya pemerintah Indonesia resmi melarang para turis RRC berkunjung ke Indonesia. Semua fakta itu membuktikan bahwa kecemasan terhadap virus Corona asal Wuhan sudah mengglobal ke segenap pelosok dunia. Virus Corona berjaya membuat masyarakat dunia trauma kemudian rame-rame menderita RRC-Fobia.

Globalisasi

Lebih nahas lagi ternyata RRC-Fobia berdampak buruk bukan hanya terhadap ekonomi RRC sendiri, namun juga terhadap ekonomi global. Akibat RRC-Fobia berbagai negara menolak kedatangan turis RRC, sementara para turis mancanegara juga berhenti akibat fobia berkunjung ke RRC. Akibat kemerosotan kunjungan turis mancanegara ke RRC, maka merosot pula kinerja industri pariwisata RRC yang menyeret industri hotel, restoran, transpor, biro perjalanan, produk cindera mata, jasa pemandu wisata dll ke jurang paceklik cukup parah yang menggerogoti keseluruhan ekonomi domestik RRC.

Perusahaan Apple mengalami kemerosotan produksi mau pun pasar cukup berarti akibat produksi serta penjualan produk Apple di RRC terdampak RRC-Fobia. Program OBOR sebagai primadona pembangunan ekonomi RRC ke arah global juga terpaksa terkendala akibat globalisasi RRC-Fobia.

Kemerosotan ekonomi RRC sebagai negara adikuasa ekonomi nomor wahid di dunia potensial merusak sendi-sendi ekonomi global. Jika RRC bersin, maka seluruh dunia panas dingin menggigil akibat demam!

Penulis adalah pembelajar peta geopolitik dunia akibat RRC-Fobia akibat trauma virus Corona

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya