Berita

Petugas yang menangani pasien Corona/Net

Dunia

Korban Meninggal Corona 1.770 Orang, Pakar Kesehatan Dunia Kumpul Di Beijing

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 | 09:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para ahli kesehatan internasional di bawah naungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkumpul di Beijing, China, pada Minggu malam (16/2).

Tujuan pertemuan tersebut tidak lain untuk membahas virus corona baru yang dinamakan COVID-19. Virus itu ditemukan pada akhir tahun lalu di Kota Wuhan, Provinsi Hubei dan saat ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia.

"Para pakar internasional berpartisipasi dalam misi bersama yang dipimpin oleh WHO (China), telah tiba di Beijing dan telah mengadakan pertemuan pertama mereka dengan rekan-rekan (dari) China hari ini," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam akun Twitternya.


"Kami menantikan kolaborasi penting ini guna berkontribusi pada pengetahuan global mengenai wabah COVID-19," lanjutnya seperti yang dimuat Channel News Asia.

Berdasarkan data dari Center for Systems Science and Engineering (CSSE) pada Senin (17/2), total kasus yang terkonfirmasi positif di daratan China sudah mencapai 70.5411 dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.770 orang.

Kendati begitu, hanya Provinsi Hubei saja yang jumlahnya terus meningkat, sementara di kawasan lainnya kasus sudah menurun selama 12 hari terakhir.

"Dampak pencegahan dan pengendalian epidemi di berbagai bagian negara sudah dapat dilihat," ujar jurubicara Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China, Mi Feng menanggapi menurunnya jumlah kasus tersebut.

Kendati begitu, Tedros sendiri telah memperingatkan semua pihak untuk tetap berwaspada karena sangat sulit untuk memprediksi ke arah mana epidemi ini akan bermuara.

"Kami meminta semua pemerintah, perusahaan, dan organisasi media untuk bekerja bersama kami guna menyembunyikan tingkat alarm yang sesuai tanpa mengipasi histeria publik," ujar Tedros dalam sebuah konferensi di Munich, Jerman.

Sementara itu, total kematian di luar China juga telah bertambah menjadi lima orang yang berasal dari Hong Kong, Filipina, Jepang, Taiwan, dan Prancis.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya