Berita

Mendagri bersama satu alumni Lemhanas/Net

Politik

Cerita Tito Karnavian, Yang Ternyata Satu Angkatan Dengan Sekjen Kemendagri Di Lemhanas

SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 07:30 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Bertemu dengan kawan lama satu sekolah, satu kampus, atau satu lembaga pendidikan memang menyenangkan. Kisah lama yang pernah terjadi akan kembali diingat dalam reuni.

Itu pula yang dikenang Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat menghadiri acara Reuni Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) PPSA XVII, di Gedung Sasana Bahkti Praja (SBP) Gedung C Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta Pusat, Jumat malam (14/2).

Gelak tawa pun berderai, saat Tito kembali mengenang saat jadi peserta pendidikan di Lemhanas. Bagi Tito, reuni itu adalah acara untuk menyambung tali silahturahmi. Yang lama tak bertemu karena terpisah rutinitas bisa bersua kembali. Kembali ngobrol hangat ngalor ngidul, mengenang kebersamaan yang dulu terjalin. Dan, silahturahim memang harus dirawat. Salah satunya lewat acara reuni.


"Memang spirit kita ingin tetap menjalin hubungan silaturahmi, ini paling penting saya kira, kemudian tentunya mengenang kenangan bersama karena kita ada persamaan sejarah yang sama," kata Tito.

Dan ada sebuah kisah menarik dari Tito tentang Hadi Prabowo, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Ceritanya mengagetkan. Ternyata, Tito dan Hadi, satu alumni. Sama-sama pernah dididik di kawah candradimuka Lemhanas.

Tito pun mengawali ceritanya saat dia diberi amanah oleh Presiden Jokowi sebagai Mendagri. Karena amanah itu pula, dia pensiun dini dari kepolisian. Pensiun dari jabatan Kapolri. Padahal, usia aktifnya sebagai polisi bisa dikatakan masih panjang. Tapi, demi amanah, dia harus mundur dari institusi yang dicintainya.

"Begitu masuk kesini yang pertama memang agak warnanya agak sedikit lain karena harus pensiun dini. Jadi kadang-kadang juga merasa juga ini umur 55 tahun 54 kurang berapa hari 55 begitu harus pensiun dini, tapi namanya tugas amanah yang diberikan saya laksnakan. Jadi panggilannya juga sudah menjadi purnawirawan," ujarnya.

Bertugas di lembaga yang sedikit banyak berbeda dengan Polri, seperti Kemendagri menurut Tito jadi warna tersendiri dalam karirnya. Tapi untungnya di Kemendagri, ada Hadi Prabowo, sosok birokrat yang sudah lama dikenalnya. Hadi, Sekjen Kemendagri kata Tito, adalah kawan satu alumni. Sama-sama pernah di Lemhanas. Bahkan, satu angkatan. Pengalaman Hadi sebagai birokrat yang sudah lama makan asam garam, cukup membantunya untuk cepat beradaptasi di  Kemendagri.

"Ini Pak Hadi ini kita sudah tahu. Waktu kita di Lemhanas pun kalau sudah bicara pemerintahan daerah mungkin paling khatam itu adalah Pak Hadi. Kenapa? Wong dari lahirnya sudah pemerintahan daerah, pernah jadi lurah, pernah jadi camat, Sekda, pernah jadi Plt Gubernur. Di sini juga sudah lumayan lama. Sudah orang satu kantor ini tidak ada yang berani sama Pak Hadi, karena tak bisa dibohongi gitu. Jadi itu manfaatnya PPSA XVII karena kita pernah bersama, selalu teman-teman di dalam internal ini saya sampaikan bahwa Pak Hadi adalah satu angkatan saya, meskipun beliau Sekjen yang satu angkatan dengan saya dia. Jadi jangan coba-coba bohongi saya pasti saya tanya Pak Hadi, " tutur Tito.

Sebagai kawan satu angkatan di Lemhanas, lanjut Tito, dia dan Hadi, tak perlu saling mengenal lagi. Langsung klop karena sudah lama saling kenal. Karenanya, dia kompak. Bisa langsung bangun chemistry.

"Sebetulnya ini hanya ingin menggambarkan bagaimana hubungan saya dengan Pak Hadi antara orang pertama dan orang kedua di kementerian ini, sangat bisa kompak karena kita punya sejarah yang sama di PPSA XVII, dan Pak Hadi selalu menyampaikan, Pak enggak hanya pernah sama-sama di PPSA XVII, pak menteri ingat kita di Lido satu tenda lho' itulah kira-kira," kata Tito.

Karenanya dia merasa perlu mengucapkan terima kasih kepada Hadi Prabowo. Terutama kerja kerasnya menyiapkan acara reuni, sehingga dia bisa kembali bersilahturahmi dengan kawan-kawan lama di Lemhanas. Tak lupa, Tito juga mengungkapkan, bahwa nanti akan acara yang akan melibatkan para milenial. Para alumni Lemhanas bisa ikut berpartisipasi. Misalnya, jadi pembicara.

"Pada bulan Maret rencananya akan mengadakan acara untuk milenial. Intinya, kira-kira bicara soal kebangsaan tapi dengan target audiencenya kaum milenial," ujar Tito.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya