Berita

Hendi Prio Santoso/Net

Hukum

Kasus Dugaan Korupsi PGN Saka, KPK Harus Segera Periksa Hendi Prio Santoso

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 14:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kasus dugaan korupsi di PT Saka Energi Indonesia atau Saka PGN ikut mencatut nama Hendi Prio Santoso, yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan hulu minyak dan gas bumi itu.

Sebab, Hendi Prio Santoso diduga telah melakukan penyimpangan proyek investasi di Lapangan Kepondang Blok Muriah, Jawa Tengah. Dimana, kerugian negara ditaksir mencapai hampir Rp 1 triliun.

Jumlah kerugian negara itu diperhitungkan dari selisih nilai awal investasi sebesar 101,05 juta dolar Amerika Serikat, dan nilai akhir investasi pada Laporan Keuangan Saka Energi Oil and Gas Property Lapangan Kepodang sebesar 31,78 juta dolar Amerika Serikat.


Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Ferdinand Situmorang, mengatakan proyek investasi yang diduga menyimpang ini dilakukan antara dua pihak, yakni Saka Energi Exploration Production, B.V (SEEPBV) dan Sunny Ridge Offshore Limited (SROL).

Ferdinand Situmorang pun mengaku mendapat cerita awal kasus ini bermula dari sumber terpercayanya.

"Pada Desember 2014 dilakukan pembayaran dari Saka Energi EP BV ke rekening Sunny Ridge di Bank DBS Singapura. Pembayaran berlanjut Januari 2015 berupa Cash Call Payment ke Sunny Ridge di Singapura," tuturnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/1).

"Setelah transfer dana dieksekusi, pada Maret 2015, barulah Deloitte melakukan valuasi. Nilai yang diperhitungkan sampai dengan 2026, namun nyatanya saat ini Lapangan Kepodang telah berhenti produksi," sambung Ferdinand Situmorang.

Direktur Kajian Ekonomi dan Bisnis Indonesia Development Monitoring (IDM) itu juga menerangkan, aksi korporasi PGN itu dilakukan secara berlapis.

"Meskipun secara formal menggunakan nama Sunny Ridge, namun pengendali sesungguhnya ada di balik layar," tutur Fersinan Situmorang.

Ferdinand pun menyebutkan perusahaan dibalik layar yang menggunakan nama perusahaan Sunny Ridge untuk meraup keuntungan. Perusahaan-perusahaan investasi/broker itu adalah NPC (TPG), ARLB, COL/AI.

"Di balik perusahaan-perusahaan itu terdapat nama-nama pengusaha nasional dan mantan pejabat negara atau menteri," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa terlibatnya pejabat negara dan atau menteri adalah saat proses tender telah berhasil dilakukan.

"Menurut informasi A1, pembagian hasil duit mark up proyek tersebut di bagi-bagi di Singapura," kata Ferdinand Situmorang.

Ferdinand Situmorang pun menyebutkan sejumlah nama pekabat yang terlibat dengan Hendi Prio Santoso. Diantaranya, pengusaha nasional berinisial HPS dan petinggi partai politik berinisial HW yang dekat dengan eks Menteri BUMN Rini Soemarno.

Berdasarkan informasi tersebut, FSB BUMN Bersatu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memanggil Hendi Prio Santoso untuk disidik segera.

"Karena ditakutkan kasus yang sudah empat tahun mangkrak di KPK ini mengakibatkan hilangnya bukti-bukti perkara," imbuh Ferdinand Situmorang.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya