Berita

Susilo Bambang Yudhoyono/Net

Politik

DPR Kurang Bernyali, SBY Harus Jadi Komandan Oposisi Di Era Presiden Jokowi

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 09:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Republik Indonesia Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dinilai tepat jika benar-benar menjadi komandan oposisi di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Peneliti senior Institut Riset Indonesia (INSIS), Dian Permata mengatakan, Partai Demokrat selama pemerintahan Jokowi dianggap masih gamang dengan posisinya, menjadi oposisi atau koalisi.

Hal tersebut terlihat dari cara ataupun sikap Demokrat dalam menanggapi sebuah isu. Demokrat dianggap selalu berada di tengah. Tidak berada di posisi melawan ataupun dilawan.

"Bahkan pada periode kesatu dan kedua dia masih posisi merangkul, dan hanya PDIP yang total. Kalau pandangan saya, terlihat peta anggota DPR sekarang kan tidak tegas. Selalu dikatakan mitra kritis masih ramang," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/2).

Sehingga, jika SBY benar-benar menyatakan diri menjadi komandan oposisi di pemerintahan Jokowi, menjadi sebuah kemajuan untuk bangsa Indonesia.

"Ini sebuah kemajuan. Pertama, upaya wacana di dalam kan bisa dihidupkan lagi, pascamenyeberangnya Gerindra ke kubu pemerintah. Tapi hari ini wajah oposisi secara representasi ditampilkan wajah PKS. Kalau memang Pak SBY bisa membawa momentum mengambil alih, Demokrat besok jadi oposisi, sebetulnya sebuah citra yang baik buat pak SBY," demikian Dian Permata.

Populer

Syahganda Ditangkap, Iwan Sumule: Jika Gatot Nurmantyo Tidak Mau Tanggung Jawab, ProDEM Yang Ambil Alih

Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:57

Ini Kicauan-Kicauan Syahganda Nainggolan Sebelum Ditangkap Subuh Tadi

Selasa, 13 Oktober 2020 | 08:19

Gatot Nurmantyo: UU Cipta Kerja Tujuannya Sangat Mulia Untuk Investasi Dan Perputaran Roda Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:35

Tak Takut Ditangkap, Gatot Nurmantyo: Saya Bukan Sombong, Tetapi Harus Menjaga Marwah Prajurit TNI

Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:21

Pengamat: Ke Mana Demokrat-PKS-KAMI Pasca Demo, Kok Yang Muncul Gerindra?

Senin, 19 Oktober 2020 | 20:52

Ahmad Yani Mau Dijemput Polisi

Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:43

Lepaskan Syahganda Dan Jumhur, Atau KAMI Jadi Macan Dewasa Yang Membahayakan Rezim

Selasa, 13 Oktober 2020 | 19:10

UPDATE

Temui Bupati Zaki, Pedagang keliling Kabupaten Tangerang Minta PSBB Tidak Diperketat

Jumat, 23 Oktober 2020 | 03:35

Komunikasi Publik Pembantu Jokowi Jelek Soal UU Cipta Kerja, Begini Kata Ace

Jumat, 23 Oktober 2020 | 03:24

Pemprov Jawa Barat Masih Kaji Sanksi Bagi Penolak Vaksi Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 | 02:52

600 Marinir Satgas Unras Kembali Ke Lampung

Jumat, 23 Oktober 2020 | 02:38

Bamsoet: Jangan Terburu-buru Pakai Vaksin Covid-19 Sebelum Teruji Klinis Dan Halal

Jumat, 23 Oktober 2020 | 02:27

SMART Luncurkan Call Center Untuk Pilkada Tangsel Bersih Dari Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2020 | 01:54

Fadli Zon: Dari Pada Impor, Saya Pilih Vaksi Merah Putih

Jumat, 23 Oktober 2020 | 01:25

Adhie Massardi: Sepanjang Tidak Independen, Indonesia Akan Susah Netral Dalam Politik Internasional

Jumat, 23 Oktober 2020 | 00:50

Perkiraan Ridwan Kamil: Covid-19 Akan Berakhir Pada Tahun 2022

Jumat, 23 Oktober 2020 | 00:31

UU Cipta Kerja, Strategi Pemerintah Hadapi Bonus Demografi

Jumat, 23 Oktober 2020 | 00:16

Selengkapnya