Berita

Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Singapura Halimah Yacob/Setkab

Politik

Terima Halimah Di Istana Bogor, Jokowi Ingin Eratkan Hubungan Dengan Singapura

SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 16:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden RI Joko Widodo mendapatkan kunjungan kehormatan dari Presiden Singapura Halimah Yacob untuk pertama kalinya, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Dalam kunjungan tersebut, Halimah tidak sendirian, melainkan bersama rombongan delegasi bisnisnya.

Kunjungan sendiri diawali dengan upacara kenegaraan, kemudian mengisi buku tamu, berbincang di veranda, hingga melakukan prosesi penanaman pohon bersama.


Dikatakan oleh Jokowi, kunjungan Halimah bertujuan untuk memperkokoh hubungan saling menguntungkan antara dua negara tetangga tersebut, bukan hanya di bidang ekonomi namun juga sosial dan pendidikan.

"Hubungan erat yang telah kita bangun bukan hanya di bidang ekonomi tapi juga hubungan antarmasyarakat," ujar Jokowi seperti dilansir dari laman Setkab.

Seperti yang diungkapkan oleh Jokowi, Halimah juga akan mewisuda 697 penata laksana rumah tangga asal Indonesia yang telah lulus pendidikan Paket B dan Paket C di Sekolah Indonesia yang berada di Singapura.

Hal itu, menurut Jokowi, adalah bentuk kepedulian Halimah terhadap isu pendidikan dan perempuan.

"Indonesia dan Singapura adalah tetangga dekat, dan kita hanya memiliki satu opsi yaitu berhubungan dengan baik dan saling menguntungkan. Dan sudah merupakan komitmen saya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Singapura," tutur Presiden.

Menimpal Jokowi, Halimah juga memberikan apresiasinya di mana Singapura dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik dari segi ekonomi, budaya, antarmasyarakat, hingga keamanan.

"Jadi, saya melihat kunjungan ini untuk menguatkan dan hubungan yang hangat di antara kedua negara," lanjut Halimah.

Mendampingi Jokowi Menko PMK Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya