Berita

Presiden Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Jokowi Harusnya Ngerem Hasrat Politiknya, Bukan Umbar 'Anak Saya Tidak Doyan Politik'

SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 05:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Potensi penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat berpeluang besar.

Hal ini ditambah dengan rencana majunya anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka hingga keluarga besan Presiden, Doli Sinomba Siregar pada Pilkada 2020.

"Rencana anak, menantu, hingga besan Jokowi maju pilkada selain berpotensi menjadi beban politik bagi Presiden, juga membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power," kata Direktur Paramadina Public Policy Institute, Ahmad Khoirul Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (3/2).


Dengan posisi sebagai RI 1 serta majunya keluarga Jokowi, instrumen-instrumen negara seperti TNI, Polri, BIN hingga di bidang birokrasi tak lagi bisa dijamin netralitasnya.

"Sebaliknya, dalam budaya politik patriarkal, alat-alat negara itu berpotensi menjadi alat politik yang menguntungkan tuannya," lanjutnya.

Dia pun menyesalkan sikap politik presiden yang terkesan berdiam diri saat keluarganya hendak berpolitik. Sebab, mau tidak mau hal itu akan menjadi stigma negatif masyarakat kepadanya.

"Seharusnya Jokowi bisa mengerem hasrat politik keluarganya, hingga dia berhenti dari posisi tertinggi di kekuasaan. Begitulah etika politik harus dijalankan, bukan asal gemar mengumbar cerita 'anak-anak saya tidak ada yang doyan berpolitik, lebih suka jualan martabak dan pisang', tetapi perlu menerapkan prinsip integritas kepada orang-orang di sekitarnya," sesalnya.

Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka hendak maju sebagai calon Walikota Solo. Sementara itu, menantunya, yakni Bobby maju di Pilkada Medan. Sementara itu, paman Bobby, Doli Sinomba Siregar menyatakan maju di Pilkada Tapanuli Selatan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya