Berita

Ilustrasi Kondisi di Wuhan/Net

Nusantara

Bantah WNI Yang Dievakuasi Akan Dikarantina, BNPB: Jangan Khawatir, Semua Telah Diperiksa Dan Dalam Kondisi Sehat

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 12:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah tengah mempersiapkan penjemputan WNI yang ada di Wuhan untuk dibawa ke tanah air. Tim evakuasi tengah bersiap berangkat dari Bandara Soekarno Hatta siang ini, Sabtu (1/2).

Untuk WNI dari Wuhan disebutkan akan melalui proses karantina setibanya di tanah air. Terkait hal ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Mordano membantah adanya proses karantina itu.

Menurutnya, WNI yang dijemput itu akan dilakukan observasi di lokasi penampungan. Observasi itu dilakukan selama dua pekan.


"Mereka bukan dikarantina, bukan diisolasi. Hanya diberikan penampungan sementara untuk observasi selama dua minggu," ujar Doni, di Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, Sabtu (1/2), seperti disebutkan Antara.

Doni meminta masyarakat tidak khawatir. Isu tertular tidak akan terjadi karena WNI yang dijemput pulang telah melalui pemeriksaan. Kementerian Kesehatan, TNI, dan unsur lainnya juga telah melakukan persiapan dengan standar medis yang diatur sedemikian rupa.

"Menteri Kesehatan dan saya berada di depan, di mana tiba. Artinya kalau mereka sakit dan berisiko tertular, rasanya tidak mungkin Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB berada di situ. Tentu ingin menyelamatkan diri," kata Doni.

Dia memastikan jika WNI yang dipulangkan ke tanah air dalam kondisi sehat, sudah melalui rangkaian proses pemeriksaan kesehatan.

"Apabila ada yang diindikasi demam, maka dipastikan tidak boleh keluar dari Wuhan," kata Doni.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya