Berita

Ustaz Dasad Latif dan Kapolri Idham Azis/Net

Presisi

Pesan Ustaz Dasad: Pak Kapolri, Tolong Jangan Pukul Kepala Orang Saat Demo

JUMAT, 31 JANUARI 2020 | 17:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dai kondang asal Sulawesi Selatan (Sulsel) Ustaz Dasad Latif turut diundang dalam Rapat Pimpinan Polisi Republik Indonesia (Rapim Polri) yang digelar di PTIK, Jakarta, Rabu (29/1).

Ustaz Dasad Latif yang dikenal dengan logat bugisnya itu sempat merekam video bersama dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. Dalam video berdurasi 57 detik itu, Ustaz Dasad Latif mengurai tentang pesan kapolri jika dirinya berceramah di depan prajurit polisi.

Idham Azis berpesan dua hal. Pertama, agar penceramah menyampaikan pesan ke anggota Polri untuk melakukan penanganan unjuk rasa secara humanis.


Kedua, anggota Polri harus diingatkan agar dalam mengawal, menjaga, dan mengamankan unjuk rasa tidak menggunakan senjata api.

Menanggapi pesan dari Idham Azis tersebut, Ustaz Dasad meminta satu hal dalam penanganan unjuk rasa. Dia meminta pasukan pengawal demo tidak memukul kepala pengunjuk rasa.

“Jangan pukul kepala orang ketika unjuk rasa,” ujar dai kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 21 Desember 1973 itu.

Ustaz Dasad Latif mengurai alasannya. Kata dia, kepala seorang demonstran bisa saja berisi hafalan Alquran dan Hadist. Artinya, melukai kepala bisa saja menghilangkan ingatan hafalan yang dimiliki orang tersebut.

“Anda sama saja pukul Alquran dan Hadist itu,” tegasnya.

Untuk itu, Ustaz Dasad Latif meminta polri sebatas memukul kaki atau menyemprotkan gas air mata hingga demonstran terjatuh, jika terjadi kekerasan saat aksi.

“Jangan pukul kepala karena itu prosesor,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya