Berita

Jokowi Saat Rapim Kemhan/Net

Nusantara

Wacana Usia Dinas Keprajuritan Anggota TNI Jadi 58 Tahun, Sudah Dibicarakan Sejak Tahun Lalu

KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 19:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan yang berlangsung pagi tadi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya rencana strategis untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Penyediaan rumah, kesehatan, serta tunjangan kinerja, agar diperhatikan dan ditingkatkan lebih baik lagi.

“Ini baik menyangkut penyediaan perumahan, kesehatan, dan tunjangan kinerja,” kata Jokowi  di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan Jakarta, Kamis (23/1).

Jokowi juga prajurit yang bertugas di daerah tersulit seperti di perbatasan. Dia berjanji terus berusaha menaikkan kesejahteraan prajurit.


“Saya beberapa waktu lalu ke Natuna, ada markas TNl, kompleks perumahan, yang jelas pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan prajurit dan pensiunan TNI,” kata Jokowi.

Dalam Rapim itu juga Jokowi menyampaikan wacana menambah usia dinas keprajuritan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dari yang semula 53 tahun akan menjadi 58 tahun.

Usia pensiun anggota TNI diatur berdasar Undang-Undang 34/2004 tentang TNI. Dalam  Pasal 53 UU itu, disebutkan prajurit melaksanakan dinas keprajuritan sampai usia paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara dan tamtama.

Bunyi pasal itu adalah:
"Pada saat berlakunya undang-undang ini, ketentuan tentang usia pensiun sebagaimana dimaksud pada Pasal 33, diatur sebagai berikut:
a. Usia pensiun paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara dan tamtama, hanya berlaku bagi prajurit TNI yang pada tanggal undang-undang ini diundangkan belum dinyatakan pensiun dari dinas TNI."

"Kita juga mengajukan revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, antara lain, yang berkaitan dengan urusan pensiun bagi perwira, bintara, dan tamtama yang selama ini usia pensiun 53 tahun akan kita usulkan untuk diubah menjadi 58 tahun," kata Jokowi.

Mengingat ke belakang, sebenarnya wacana perubahan masa kedinasan prajurit ini pernah dibahas Jokowi setahun yang lalu.
 
"Saya sudah perintahkan Menkum HAM dan Panglima TNI untuk merevisi pensiun Tamtama dan Bintara yang sekarang 53 tahun ke 58 tahun," ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).  "Tapi ini merevisi UU," ujar Jokowi ketika itu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya