Berita

Iver Huitfeldt (F361)/Net

Pertahanan

Ini Perkasanya Kapal Perang Yang Kemungkinan Bakal Dibeli Prabowo Dan Luhut

SELASA, 21 JANUARI 2020 | 03:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah Indonesia dikabarkan telah membeli kapal Ocean Going dari Denmark untuk menjaga wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan keterangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, pada Jumat (17/1), kapal tersebut memiliki panjang 150 meter yang bisa berlayar free guard di laut bebas. Tak dijelaskan jenis kapal perang yang dimaksud.

Namun demikian, dilihat dari pembuatan dan dimensi kapal tersebut, diduga kuat kapal yang dimaksud adalah jenis Iver Huitfeldt Class.


Kapal jenis ini memang sudah santer akan dibeli pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan sejak tahun lalu.

Selain berkenaan dengan masuknya kapal China ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna, pembelian kapal jenis ini juga lantaran kapal perang Indonesia milik TNI AL sudah uzur.

Sebut saja fregat Van Speijk class KRI Slamet Riyadi, KRI Yos Sudarso, KRI Ahmad Yani, KRI Oswald Siahaan, KRI Karel Satsuit Tubun, dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma yang sudah aktif sejak tahun 1967.

Dihimpun dari berbagai sumber, Iver Huitfeldt Class merupakan kapal perang yang diproduksi tahun 2008-2011 dan mulai dioperasikan angkatan laut Denmark sejak 2012.

Kapal ini memiliki dimensi panjang 138,7 meter dan lebar sekitar 19,75 meter, dimensi yang sesuai dengan pernyataan Luhut. Kapal ini memiliki berat muatan 6.645 ton, berbanding Formidable hanya 3.200 ton. Kapal ini juga mampu melaju 30 knots.

Dari sisi persenjataan, Iver Huitfeldt Class dibekali canon reaksi cepat Oto Melara 76mm Super Rapid, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved SeaSparrow Missile), 32 sel peluncur rudal vertikal (VLS) Mk 41 untuk rudal permukaan ke udara SM-2 IIIA.

Kemudian 2 peluncur berisi empat tabung untuk rudal antikapal Harpoon, dua peluncur torpedo MU90, satu unit Oerlikon Millennium 35 mm sebagai CIWS.

Dari sisi radar juga tak kalah mumpuni, di mana kapal ini menggunakan radar MART-L yang mampu mendeteksi area sejauh 400 km. Kemudian ada pula radar Scanter 6000, penjejak kapal selam sonar, ES-3701 Tactical Radar Electronic Support Measures untuk meladeni peperangan elektronika serta beberapa lainnya.

Jika benar kapal jenis ini yang dibeli pemerintah, maka TNI AL akan memiliki kapal perang tercanggih dibanding negara-negara Asean lainnya. Soal harga, kapal ini ditaksir dibanderol 325 juta dolar AS atau setara Rp 4,55 triliun.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya