Berita

Serian Wijatno/Kompas

Jaya Suprana

Persatuan Dalam Kebhinnekaan

SABTU, 18 JANUARI 2020 | 07:42 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA menghadiri rapat persiapan penyelenggaraan perayaan Imlek Nasional 2020, saya sebagai anggota generasi lansia yang kerap dicemooh sebagai tua bangka bau tanah sempat ramah disapa seorang tokoh lebih muda usia ketimbang saya.

Tokoh tersebut adalah Dr. Haji Serian Wijatno S.E., M.M, M.H.

Beliau adalah Wakil Sekretaris Jenderal Yayasan Hasanah Masjid Indonesia sebagai yayasan Dewan Masjid Indonesia yang diketuai penerima anugrah MURI sebagai Wakil Presiden dua Presiden Republik Indonesia (Presiden SBY dan Presiden Jokowi)  yaitu yang terhormat Dr. h.c. Haji Jusuf Kalla.


Fakta

Fakta bahwa Dr. H. Serian sebagai seorang warga Indonesia keturunan Tionghoa bukan saja menjadi anggota namun bahkan Wakil Sekjen Yayasan Hasanah Masjid Indonesia sebagai Yayasan Dewan Masjid Indonesia yang diketuai Dr. H. Jusul Kalla merupakan satu lagi bukti dari sekian banyak bukti tak terbantahkan tentang ketiadaan eksklusifitas peran sosial maupun eksklusifitas agama para warga keturunan.

Sekaligus juga menepis prasangka rasisme pihak tertentu tentang Dr. Haji Jusuf Kalla yang terbukti dengan tangan terbuka tulus menerima para warga Indonesia tanpa pandang suku dan etnis ke dalam Dewan Masjid Indonesia.

Di samping membenarkan fakta bahwa Islam memang terbuka bagi segenap ras, etnis dan suku di planet bumi ini. Syukur Alhamdullilan, kembali terbukti bahwa pada hakikatnya tidak ada apa itu yang disebut intoleransi SARA di persada Nusantara tercinta ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump perlu banyak belajar toleransi antar suku, ras dan umat beragama dari bangsa Indonesia.

Cinta Indonesia


Bahwa Dr. Haji Serian Wiyatno ternyata atlet nasional bulutangkis Indonesia yang pada tahun 80-an abad XX telah ikut berjuang mengharumkan nama bangsa Indonesia merupakan fakta tak terbantahkan bahwa beliau adalah seorang putra sejati Indonesia yang lebih cinta Tanah Air Udara ketimbang Tanah Leluhur.

Sudah tidak ada lagi alasan bagi siapa pun juga untuk menderita Sinofobia alias curiga bahkan benci terhadap apa saja yang beraroma China.

Telah tiba saatnya bagi bangsa Indonesia untuk berhenti memecah-belah diri demi bersatupadu dalam kebhinekaan gigih membangun Indonesia menjadi negara gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. Merdeka!

Penulis adalah warga Indonesia keturunan China yang cinta Indonesia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya