Berita

Ditjen Imigrasi/Net

Politik

Jawab Andi Arief, Ini Alasan Imigrasi Tidak Publish Keberadaan Harun Masikhu

RABU, 15 JANUARI 2020 | 11:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan perihal kebenaran Harun Masiku berada di luar negeri kepada Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Pasalnya, dia mengendus keberadaan tersangka suap komisioner KPU Wahyu Setiawan itu sengaja ditutup-tutupi oleh pihak tertentu. (Baca: Imigrasi, Tolong Upload Bukti Penyuap Wahyu Setiawan Di Singapura 6 Januari!)

Menanggapi hal tersebut Kabag Humas Ditjen Imigrasi Arvin mengatakan, pihak imigrasi tidak mempublikasikan data atau bukti Harun Masikhu berada di luar negeri lantaran menyangkut privasi.


"Jadi begini imigrasi itu, dalam memberikan pernyataan itu berdasarkan fakta dan data, orang yang keluar dan masuk ke Indonesia ada di dalam database kita. Kita tidak bisa mempublikasikannya ke publik karena itu bersifat rahasia," ucap Arvin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/1).

Dia menerangkan, data seseorang yang keluar dan masuk Indonesia boleh dipublikasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk kebutuhan yang penting.

"Kami bekerja dilindungi UU, sehingga tidak boleh sembarangan mengeluarkan data pribadi seseorang. Kami boleh memberikan data tersebut untuk tujuan penyelidikan misalnya, atau investigasi, itupun harus bersurat terlebih dahulu," terangnya.

Oleh sebab itu, hingga saat ini pihak imigrasi tidak mempublikasikan data Harun Masikhu yang dikabarkan ke Singapura pada 6 Januari 2019.

"Jadi kami memang tidak bisa mempublikasikan karena itu menyangkut data pribadi," tutup Arvin.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya