Berita

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin (tengah)/RMOL

Politik

Semprot DPR Soal Natuna, Ngabalin: Jangan Cuma Nyinyir

MINGGU, 12 JANUARI 2020 | 17:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Masuknya kapal-kapal nelayan asing, terutama Coast Guard China ke Zona Ekonomi Eksklusif  (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara dianggap sebagai bukti kurangnya upaya preventif Indonesia untuk melindungi batas-batas wilayahnya.

Dikatakan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, persoalan kurangnya upaya preventif tersebut merupakan cerita lama.

Ketika dia menjadi anggota Komisi I DPR RI 2004-2009, usulan anggaran untuk Angkatan Laut (AL) yang diajukan ditolak. Padahal anggaran itu digunakan untuk biaya patroli di laut-laut perbatasan mengingat Indonesia memiliki luas perairan yang lebih besar.


Melihat pelanggaran yang dilakukan oleh China saat ini, ia menyoroti sikap Komisi I DPRI RI yang seharusnya bisa belajar dan meningkatkan anggaran AL alih-alih mengkritisi pemerintah.

"Fadli Zon jangan nyinyir-nyinyir mulu. Pada posisi inilah DPR mesti ada," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Pantang Keok Hadapi Tiongkok' di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (12/1).

"DPR RI Komisi I wajib hukumnya berbicara dengan pemerintah dan menyetujui usulan-usulan pemerintah atas alokasi anggaran untuk kepentingan-kepentingan AL kita di Natuna dan daerah-daerah terluar lainnya," paparnya.

Lebih lanjut, Ali menggambarkan, saat ini kakuatan AL Indonesia sangat buruk. Kapal-kapal dan senjata yang digunakan adalah kapal tahun 1950-an.

"Itu senjata rusak bung. Yang dipakai saja ditutup dengan terpal untuk menakut-nakuti orang," gambarnya dengan nada miris.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya