Berita

Hikmahanto Juwana/RMOL

Politik

Sampai Kiamat Sekalipun, Sengketa Dengan China Nggak Bakal Selesai

MINGGU, 12 JANUARI 2020 | 15:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Polemik tumpang tindih klaim eksplorasi sumber daya alam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara tidak akan selesai, bahkan hingga akhir zaman atau dunia berakhir sekalipun.

Begitu kata Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana saat menjadi narasumber dalam diskusi "Pantang Keok Hadapi Tiongkok" di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (12/1).

Hikmahanto menguraikan, baik Indonesia maupun China sama-sama tidak mengakui dasar klaim di perairan Natuna Utara. Indonesia tidak mengakui nine dashed-lines China dan China tidak mengakui UNCLOS 1982 serta hasil putusan PCA 2016.


Dari sana saja, Indonesia dan China sudah tidak bisa duduk bersama untuk berunding. Berbeda halnya dengan persoalan sengketa wilayah dengan negara lain, misalnya Vietnam.

"Kita (Indonesia) mengakui dasar klaim dari Vietnam. Vietnam mengakui dasar klaim dari kita. Sehingga kita mau berunding, mau bernegosiasi. Walaupun sampai hari ini belum sepakat. Tapi kan terus bernegosiasi, perlu kesabaran," jelasnya.

"Atas dasar ini, saya bilang masalah ini tidak akan selesai hingga akhir zaman," lanjut Hikmahanto.

Adapun modus operandi yang akan dilakukan oleh China, terang Hikmahanto, adalah dengan memanfaatkan ketidaktahuan pemerintah Indonesia yang baru di kemudian hari.

Oleh karena itu, untuk menghindari China kembali menyatakan klaimnya, Indonesia harus memberikan kehadiran fisik di perairan Natuna Utara.

"Pemerintah juga harus konsisten dan jangan sampai terpengaruh dengan ajakan China untuk berunding," ujar Hikmahanto sembari mengatakan karena jika Indonesia bersedia untuk berunding, artinya Indonesia sudah mengakui klaim nine dashed-lines China.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya