Berita

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte/Net

Dunia

Mengulas Sosok Giuseppe Conte, Pembawa Diplomasi Italia Yang Lantang Menyuarakan Perdamaian

MINGGU, 12 JANUARI 2020 | 14:30 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Dua pekan ini, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte cukup disibukkan dengan dua permasalahan internasional, yaitu perang saudara di Libya dan ketegangan Amerika Serikat-Iran pasca terbunuhnya Panglima Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

Dalam dua pekan terakhir ini, PM Conte aktif melobi banyak pihak terkait penyelesaian kedua masalah internasional tadi, utamanya menurunkan eskalasi, mencegah terjadinya perang, dan mewujudkan perdamaian.

Untuk membantu penyelesaian krisis di Libya misalnya, dua pihak yang bertikai diundang oleh PM Conte untuk datang ke Palazzo Chigi, kantor Conte di kota Roma, Italia.


Harusnya, kedua pemimpin Libya yang saat ini sedang terperangkap dalam perang saudara diundang hadir pada hari yang sama yaitu di hari Rabu 8 Januari 2020.

Namun hanya 1 pihak yang hadir, yaitu Pimpinan Tentara Nasional Libya (LNA), Jenderal Khalifa Haftar.

Ketika itu, Perdana Menteri Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya, Fayez al Serraj membatalkan rencana kedatangannya ke Roma. Tapi, akhirnya Serraj memenuhi undangan Conte pada hari Sabtu 11 Januari 2020.

Lalu hari Senin besok (13/1), Conte akan berkunjung ke Turki untuk menemui Presiden Recep Tayyip Erdogan membahas krisis di Libya.

PM Conte menyampaikan keprihatinan Italia atas terjadinya peningkatan eskalasi di Libya.

Atas nama Pemerintah Italia, ia menyerukan agar kedua belah pihak yang saat ini bertikai di Libya segera mengakhiri perang saudara mereka.

Italia, kata PM Conte, secara linear dan koheren akan terus bekerja untuk membantu Libya menemukan solusi politik dalam mengakhiri perang saudara mereka.

Sedangkan untuk menyikapi ketegangan AS-Iran, Conte aktif menghubungi sejumlah pemimpin dunia (utamanya pemimpin negara-negara Uni Eropa) untuk sama-sama berperan mencegah terjadinya perang antara Iran dan AS.

Ia menghubungi Presiden Irak Barham Salih pada hari Minggu (5/1).

Lalu menghubungi Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Kamis (9/1).

Muaranya sama, Conte mendorong semua pihak yang terlibat dalam ketegangan AS-Iran untuk menahan diri.

Ia lantang menyerukan untuk mencegah terjadinya perang antara Iran dan AS.

Seorang warga Italia menulis sebuah komentar sinis tentang peran diplomasi yang dilakukan PM Conte.

"Dia pikir menyelesaikan semua permasalahan diluar negeri itu semudah permainan Bingo," demikian ejekan itu ditulis di Twitter beberapa hari lalu.

Ejekan ini jelas sekali salah alamat.

Conte, yang dianggap tidak berpengalaman di bidang politik saat menerima mandat menjadi Perdana Menteri di tahun 2018 silam, justru menunjukkan kepiawaiannya dalam berdiplomasi.

Ia membawa Italia menjadi mercusuar perdamaian.

Siapa yang bertikai, ia dekati dan ia hubungi, untuk diajak berdialog tentang pentingnya dilakukan deeskalasi dan berkomitmen bersama untuk mencegah perang.

Giuseppe Conte, lahir di Volturara Appula tanggal 8 Agustus 1964.

Ia lulus dalam bidang Hukum dengan predikat magna cum laude dari Universitas La Sapienza Roma.

Pada tahun 2002 ia menjadi Profesor Hukum Perdata dan ditugaskan sebagai ketua Hukum Perdata I dan II di Fakultas Hukum Universitas Florence, Italia.

Dengan posisinya saat ini sebagai Perdana Menteri Italia, ayah 1 orang anak ini konsisten menyuarakan perdamaian.

Perang, mau dimanapun terjadi, hanya akan mendatangkan kematian dan kehancuran.

Upaya dan konsistensi Perdana Menteri Italia ini, yang sedang terus berupaya dengan sangat gigih membawa diplomasinnegaranya berperan dalam misi menjaga keamanan dan perdamaian dunia, sangat pantas untuk diapresiasi.

Terima kasih PM Conte.

Grazie !!!

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace, Ingin Konflik Palestina Diselesaikan PBB

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:18

Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Perabot dan Ekonomi hingga Rp8 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:56

KPK Panggil Petinggi PT Niogayo Bisnis Konsultan terkait Suap Pajak

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:36

Pemeriksaan Mantan Menhub Budi Karya di KPK Dijadwal Ulang

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:24

Pajak: Gelombang Protes dan Adaptasi Kebijakan Pusat

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:20

Tujuh Jukir Liar di Pasar Tanah Abang Diamankan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:17

Tiga Bos Swasta di Kasus Korupsi Proyek Kantor Pemkab Lamongan Dipanggil KPK

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:15

Sambut Ramadan, Prabowo Sedekah 1.455 Sapi untuk Tradisi Meugang Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:07

Sembako Diaspora Malaysia untuk Warga Aceh Tertahan di Bea Cukai

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:02

85 Negara Anggota PBB Kecam Upaya Israel Ubah Status Tanah Tepi Barat

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:54

Selengkapnya