Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Net

Politik

Bukan Tidak Tegas, Sikap Prabowo Soal Natuna Utara Sesuai Jalur Diplomasi

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 11:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Indonesia dinilai kurang tegas dalam menangani polemik pelanggaran hak berdaulat yang terjadi di perairan Natuna Utara.

Pendapat tersebut terutama dialamatkan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dalam beberapa kesempatan, ketika ditanya perihal persoalan tersebut, Prabowo memberikan jawaban yang menurut publik kurang tegas.

Jurubicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak pun memberikan pembelaan. Dia menjelaskan jawaban Prabowo sudah sesuai dalam menangani kasus ini.


"Yang terjadi adalah pelanggaran hak berdaulat. Itu lah sebabnya orientasi langkahnya adalah tentu diplomasi. Dan itu sudah dilakukan dan dirumuskan secara bersama-sama beberapa hari lalu," ujar Dahnil dalam diskusi interaktif dengan salah satu media pada Selasa lalu (7/1).

Pernyataan tersebut merujuk pada apa yang telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai melakukan pertemuan dengan Prabowo, Menko Polhukam Mahfud MD, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan sejumlah pejabat terkait lainnya di kantor Kemenko Polhukam.

Hasil pertemuan tersebut, penyelesaikan kasus pelanggaran hak berdaulat di Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara dilakukan dengan cara diplomasi.

Sementara anggapan ketidaktegasan Prabowo yang dirumuskan oleh publik, Dahnil mengatakan hal tersebut sebagai bentuk dukungan diplomasi yang sedang dilaksanakan Retno.

Dalam hal ini, China harus mengakui konsensi hukum laut PBB atau UNCLOS 1982 yang menyatakan wilayah perairan Natuna Utara adalah ZEE milik Indonesia.

"Kenapa ada narasi misalnya Pak Prabowo menyebutkan 'ya kita cool', 'Tiongkok adalah negara sahabat', kemudian 'kita memilih jalan damai'? Memang diplomasi dilakukan dengan cara cool dan Tiongkok kan memang negara sahabat," urainya.

Walau demikian, dalam rapat di kantor Kemenko Polhukam, lanjut Dahnil, Prabowo menyampaikan pentingnya untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di ZEE perairan Natuna Utara. Caranya adalah dengan meningkatkan aktivitas nelayan-nelayan di sana.

Untuk itu, Dahnil mengaku, pihak Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong aktivitas nelayan di sana.

"Agar de facto ZEE itu dimanfaatkan. Selama ini kan ada penurunan aktivitas di sana," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya