Berita

Hatta Taliwang/RMOL

Politik

Minta Pemerintah Waspada Di Natuna, Hatta Taliwang: China Banyak Agen

RABU, 08 JANUARI 2020 | 11:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Klaim hak eksplorasi di wilayah perairan Natuna Utara yang dilakukan rezim Komunis China telah mengganggu kedaulatan Republik Indonesia.

Kesan ngotot China atas klai kepemilikan perairan Natuna Utara dengan terus mengirimkan kapal nelayan dam coast guard di wilayah tersebut, tidak bisa dianggap remeh.

Sikap rezim komunis ini tentu tidak bisa ditolerir, jika mengacu kepada hukum internasional yang telah ditetapkan Konvensi Hukum Laut PBB atau UNCLOS 1982, dan keputusan Mahkamah Internasional yang termuat dalam PCA Case No. 2013-19 Tahun 2016.


"Yang kita butuh adalah ketegasan sikap. Kalau soal kedaulatan enggak bisa kompromi kita. Enggak boleh berunding," ujar aktivis senior , Hatta Taliwang saat ditemui di Hotel Gren Alia, Jalan Cikini Raya, Selasa kemarin (7/1).  

Belakangan, Hatta melihat pernyataan sikap pemerintah sudah mulai keras. Akan tetapi, sejumlah menterinya masih terbilang lembek dalam menyikapi aksi China.

"Karena dari Kemhan sama Pak Luhut dianggap terlalu lunak," katanya.

Oleh karena itu, Hatta menyarankan agar pemerintah melakukan sikap kewaspadaan terhadap China. Karena, dirinya menyebut China memiliki banyak cara untuk menekuk kebijakan pemerintah terkait Natuna Utara.

"Karena kalau mau memakai teori Tsun Zu, kalau lawan bisa ditekuk pakai pistol, ngapain pakai bom," sebut Hatta.

"Dalam konteks Indonesia yang lagi lemah-lemah ini, mereka punya agen yang banyak disini, banyak binaannya disini, ngapain pakai perang, cukup dia beli aja tanah Jawa ini mampu mereka," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya