Berita

Sopian menunjukan bagian rumahnya yang rusak akibat blasting proyek KCJB/RMOLJabar

Nusantara

Proyek Kereta Cepat Gunakan Peledak, Puluhan Rumah Alami Retak

RABU, 08 JANUARI 2020 | 11:47 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Puluhan rumah di Kampung Dangdeur RT 3/ 8, Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami retak-retak. Diduga, penyebabnya adalah aktivitas pembangunan pembangunan terowongan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang menggunakan peledak.

Tak hanya itu, tidak jauh dari pemukiman warga, terjadi tanah amblas dengan diameter dan kedalaman mencapai belasan meter.

Salah seorang warga, Sopian (47) mengatakan, retak-retak di dinding rumahnya mulai terjadi ketika ada pengerjaan proyek kereta cepat. Sehingga dirinya beserta warga lainnya menduga retaknya dinding rumah mereka disebabkan adanya aktivitas dari proyek bernilai puluhan triliun tersebut.


“Dulu itu nggak begini (retak-retak). Tapi waktu ada proyek kereta cepat, rumah kami jadi retak-retak. Hampir semua di RT sini, ada sekitar 40 rumah,” ucap Sopian di rumahnya, Selasa (7/1) dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Di rumahnya, Sopian memaparkan, hampir di semua bagian mengalami kerusakan. Mulai dari dinding ruang tamu, kamar mandi, serta dapur rumahnya. Akibatnya, dia dan warga lainnya merasa cemas, khawatir jika sewaktu-waktu rumah mereka roboh.

“Memang setiap kali ada peledakan, biasanya itu ada petugas yang datang mengecek. Tapi retak ini tidak langsung ada. Dua sampai tiga bulan setelah itu baru seperti ini (retak-retak),” terangnya.

Kendati cemas rumahnya roboh, dia mengakui, dirinya bersama warga lainnya tidak memiliki kemampuan untuk merenovasi rumahnya. Sehingga, warga di Kampung Dangdeur menunggu itikad baik dari pelaksana proyek KCJB.

“Nggak tahu kapan ini diperbaiki, tapi bagian yang retak sudah diukur lebarnya oleh petugas. Ada yang sampai 4 sentimeter seperti di kamar mandi dan ruang tamu. Rumah sebelah yang diisi mertua saya juga mengalami hal yang sama, tapi tak separah di rumah saya,” bebernya.

Ditambahkan Sopian, beberapa hari ini warga semakin dibuat resah dengan adanya pengerjaan terowongan yang tidak jauh dari pemukiman warga. Sebab, ketika masih dalam tahap pengerjaan, tanah di areal tersebut amblas sehingga menganga dengan diameter 15 meter serta kedalaman mencapai 15 meter.

Amblasnya tanah tersebut, disinyalir karena tidak kuat menahan debit air ketika hujan lebat beberapa waktu lalu. Meski lubang besar sudah ditutup kembali sejak empat hari lalu serta diberi garis pembatas, namun warga tetap khawatir amblasnya tanah bisa merambat ke pemukiman warga.

“Jadi lubang akibat amblas itu rencananya akan dibangun terowongan kereta cepat sepanjang 1 kilometer, tapi keburu amblas pas tahun baru kemarin (31/12), sehingga ditutup lagi,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya