Berita

Helmi Kurniaan saat bersaksi di PN Jakarta Pusat/RMOL

Hukum

Beda Pendapat Kivlan Zen Dan Helmi Kurniawan Soal Uang Pemberian Habil Marati

SELASA, 07 JANUARI 2020 | 16:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ada perbedaan pendapat antara Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dan Helmi Kurniawan saat dikonfrontir pada agenda sidang di PN Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Kedua terdakwa dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersaksi untuk pengusaha sekaligus mantan politisi PPP Habil Marati yang berstatus terdakwa.

Kivlan mengatakan duit 15 ribu dolar Singapura yang digelontorkan untuk demonstrasi peringatan Supersemar pada 2019 itu merupakan duit pribadinya. Sedangkan Helmi bersikukuh bahwa duit 15 ribu dolar Singapura itu dari Habil Marati.


"Saya bisa buktikan, saya beberapa kali menukarkan uang ke money changer," ujar Kivlan sambil menunjukkan bukti penukaran ke money changer, Selasa (7/1).

"Saya mengatakan ini uang untuk demonstrasi, bukan uang ini dari Habil Marati," imbuhnya menegaskan.

Kemudian, Helmi pun menegaskan dirinya mendapatkan duit 15 ribu dolar Singapura dari Habil Marati.

"Yang 15 ribu dolar Singapura, saya terima dari Habil," kata Helmi.

Atas perbedaan pendapat tersebut, Jaksa lantas mempertanyakan Helmi.

"Pak Kivlan bilang enggak ada bahasa dari Habil. Bagaimana? Beda yang disampaikan saudara dengan Pak Kivlan?," tanya Jaksa ke Helmi.

Dalam kasus ini, pengusaha Habil Marati didakwa atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Senpi dan peluru yang dibeli tanpa surat-surat didapatkan dari sejumlah orang.

Habil Marati diduga melakukan perbuatannya tersebut bersama-sama dengan purnawirawan TNI Kivlan Zen, Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, dan Asmaizulfi alias Vivi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya