Berita

Menteri KKP Edhy Prabowo/Net

Pertahanan

Menteri KKP: Ada ABK Yang Terlibat Perlawanan Sengit Saat Amankan Kapal Asing

SELASA, 07 JANUARI 2020 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setidaknya, ada tiga kapal nelayan asal Vietnam yang memasuki wilayah Perairan Natuna yang telah diamankan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Bahkan, Anak Buah Kapal (ABK) RI yang mengamankan kapal asing Vietnam itu sempat terlibat perlawanan sengit. Karenanya, Edhy akan mengunjungi dan menyambut ABK RI tersebut pada Rabu besok.

"Tanggal 30 Desember kemarin kami sudah menangkap 3 kapal. Sekarang sudah ada di Pontianak," jelas Edhy di Kantor Pusat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (6/1).


"Sekarang seharusnya saya ada di sana untuk menyambut para ABK kita. Sempat terjadi perlawanan sengit. Yang pasti, semangat mereka (ABK) berapi-api menjaga kedaulatan," lanjut Edhy.

Mengenai memanasnya konflik Natuna, Edhy mengaku belum memerinci hal tersebut. Ia berharap semua bisa tenang dalam menghadapi konflik tersebut.

"Jangan bicara detail dulu. Ini hubungannya dengan keamanan dan kedaulatan negara. Yang penting, kita tetap cool, tidak terpancing," ulas Edhy.

Edhy mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan isu kapal asing lalu lalang di perairan Natuna. Pasalnya, selain kapal nelayan, perairan Natuna juga kerap dilintasi oleh kapal-kapal perdagangan dan penumpang.

"Jangan terpancing, jangan terprovokasi. Kita harus cool (tenang) sikapi ini. Yang jelas, kedaulatan di atas segala-galanya. Yang penting, kita semua kompak di seluruh kementerian dan lembaga," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya