Berita

Menlu Retno Marsudi/Net

Politik

Menlu Retno: Kita Hanya Ingin China Patuhi UNCLOS 1982

SENIN, 06 JANUARI 2020 | 17:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Polemik masuknya kapal Coast Guard Pemerintah Komunis China ke Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara telah mewarnai perhatian publik di Indonesia. Dengan segera, pemerintah juga mengadakan pertemuan darurat untuk membahas isu ini.

Persoalan ini juga kemudian menjadi agenda dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Senin siang (6/1) yang salah satunya dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Retno menjelaskan, posisi Indonesia terhadap pelanggaran di Pulau Natuna, Kepulauan Riau sudah cukup jelas. Presiden Joko Widodo pun sudah menegaskan hal tersebut.


Lebih lanjut, Retno juga mengingatkan, sebagai negara anggota United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, China memiliki kewajiban untuk mematuhi kesepakatan mengenai garis penarikan ZEE yang berlaku.

"Kita hanya ingin Tiongkok (China) mematuhi hukum internasional termasuk di UNCLOS," ujar Retno.

Sementara terkait nine dashed-lines yang diklaim oleh China, Retno menegaskan sampai kapan pun Indonesia tidak akan mengakuinya. Bahkan mengutip Jokowi, Retno mengatakan itu bukan hal yang harus dikompromikan.

"Ini hak berdaulat ya, hak berdaulat kita, sudah jelas, sudah sesuai dengan hukum internasional, UNCLOS. Kita hanya ingin RRT sebagai anggota dari UNCLOS itu untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS. Jadi intinya itu seperti yang sudah kita sampaikan," tambah Retno mengulangi.

Untuk itu, Retno mengaku saat ini pemerintah terus melakukan komunikasi mengingat apa yang disampaikan ini adalah hal-hal yang bersifat prinsipil, yang pasti dengan jelas akan didukung oleh dunia internasional.

"Merupakan kewajiban terutama bagi parties (anggota) dari konvesi tersebut untuk tunduk mengimplementasikan artikel-artikel, prinsip-prinsip yang ada di UNCLOS 1982," tambahnya.

Retno juga mengemukakan pihaknya yang diwakili oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya akan bertemu dengan Duta Besar China Xiao Qian pada sore ini.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya