Berita

Agus Harimurthi Yudhoyono/Net

Politik

Soal Natuna, AHY Sarankan Jokowi Gunakan Kebijakan Million Friends Zero Enemy Ala SBY

SENIN, 06 JANUARI 2020 | 14:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Masuknya kapal Pemerintah Komunis China ke Perairan Natuna, Kepulauan Riau merupakan ancaman yang sangat serius. Untuk itu pemerintah Joko Widodo harus memiliki sikap yang tegas terkait insiden ini.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun menanggapi kejadian ini dengan menyampaikan pandangannya lewat akun twitter resminya @AgusYudhoyono.

"Kita dukung pemerintah untuk terus menjaga batas-batas negara kita sesuai perjanjian internasional berdasarkan UNCLOS 1982," tulisnya pada Minggu (5/1).


Putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini melanjutkan sesungguhnya kita menyadari bahwa hubungan Pemerintah Komunis China dengan Republik Indonesia (RI) harus dibina dengan baik.

Agus menyebut China adalah mitra lama Indonesia. Hubungan kedua bangsa sudah terjalin ratusan tahun melalui jalur ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik. Hubungan tersebut harus terus dipelihara atas dasar kesetaraan dan saling menghormati.

"Untuk itu, kami mendorong upaya diplomasi yang dilakukan @Kemenlu_RI dan ketegasan yang ditunjukkan TNI dalam menyelesaikan insiden ini," tegasnya.

"Pilihan untuk kembali menggunakan kebijakan “million friends zero enemy” yang diwarisi dari era Presiden @SBYudhoyono patut didukung semua pihak," sambungnya.

Tapi sekali lagi, AHY menegaskan upaya diplomasi ini ditempuh tanpa harus merugikan atau bahkan mengorbankan kedaulatan NKRI.

"Menjaga kedaulatan NKRI, pada hakikatnya, adalah menjadi kewajiban seluruh warga negara Indonesia," demikian Agus.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya