Berita

Kapal coast guard China/Net

Politik

Menhan Prabowo Cool Soal Natuna, Pakar: Tidak Berarti Indonesia Santuy

MINGGU, 05 JANUARI 2020 | 18:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto memilih bersikap santai soal kapal nelayan dan coast guard China yang melalui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Natuna.

"Kita cool saja, kita santai," ucapnya saat ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1).

Pakar diplomasi pertahanan, Anak Agung Banyu Perwita sepakat dengan sikap Prabowo. Yakni, tidak gegabah dengan menyikapi perilaku China.


"Itu sudah tepat yang dilakukan Menhan," ujar Agung kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/1).

Bersikap santai, kata Agung, adalah cara terbaik dalam diplomasi pertahanan sambil melakukan koordinasi di internal pemerintah.

"Sudah tepat mengatakan bahwa Menhan bilang cool, itu bukan berarti kita santuy, tapi dia berkoordinasi," katanya.

Sebagai bagian anggota Konvensi Hukum Laut PBB atau UNCLOS 1982, Akademisi President University ini menyebut Prabowo paham bahwa pendekatan gegabah dengan kekuatan militer tidak bisa dipakai di ZEE.

"Karena di UNCLOS pasal 279 dan pasal 301 itu negara yang bersinggungan dalam konteks ZEE dan masalah kemaritiman tidak boleh menggunakan ancaman atau menggunakan kekerasan, harus dilakukan dengan peace call," demikian Agung.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya