Berita

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah/(sebelah kiri)/Net

Politik

Pemuda Muhammadiyah: Dahnil Enggak Salah Bela Prabowo, Tapi Publik Perlu Kata Tegas

SABTU, 04 JANUARI 2020 | 17:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto atas klaim Pemerintah Komunis China terhadap Perairan Natuna Utara disayangkan banyak pihak.

Pasalnya, Prabowo dinilai tidak bersikap tegas, alias bakal menggunakan jalur diplomasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Prabowo beralasan, rezim Komunis China masih termasuk mitra dagang Indonesia saat ini, sehingga jalur dimplomasi lah yang dipilih.


Sikap Prabowo tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari Politisi sekaligus Jurubicara PKS Muhammad Kholid.

Kholid menyebut kalau partainya kecewa dengan sikap Prabowo yang lembek, dan tidak tegas menghadapi China.

Namun, Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, membalikan pernyataan Kholid, dengan menilai ucapan PKS sarat dengan modus men-downgrade Prabowo.

Sikap Dahnil itu pun mendapat tanggapan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Sunanto.

Pria yang akrab disapa Cak Nanto ini berujar, sikap Dhanil tidak salah. Hanya saja, masayarakat butuh sikap tegas pemerintah, dalam hal ini Menhan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Enggak ada yang salah sih Stafsus (Dahnil) melihat masalah Natuna akan dilakukan secara diplomasi, seperti perkataan Menhan (Prabowo), hanya publik juga berharap kata tegas Menhan," ucap Cak Nanto saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (4/1).

Tak berhenti disitu, Cak Nanto menyampaikan alasan dari keinginannya meminta Prabowo bersikap tegas.

"Upaya diplomasi memang tugas semua negara termasuk Indonesia. Tapi kalau sudah klaim dan mengerahkan armadanya sampai wilayah indonesia, tidak bisa dilakukan dengan diplomasi, tapi dengan tindakan tegas," tandas pria kelahiran Sumenep, Madura itu.

"Atas kesalahan (China) memasuki kedaulatan RI, jadi harus ada sikap tegas disamping upaya diplomasi. Melakukan upaya konkret mengusir provokasi armada China yang masuk kedaulatan Indonesia," pungkas Cak Nanto.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya