Berita

Prabowo Subianto ketika kampanye Pilpres 2019/Net

Politik

Ketegasan Prabowo Dirindukan Saat Kedaulatan Negara Di Natuna Diusik

SABTU, 04 JANUARI 2020 | 15:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dikenal sebagai pribadi yang garang saaat menyuarakan kedaulatan negara.

Ketua Umum Partai Gerindra itu kerap menyuarakan nasionalisme saat mencalonkan diri sebagai calon presiden (Capres) di 2019 lalu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengaku rindu dengan sosok Prabowo yang getol menyuarakan nasionalisme.


Menurut Mantan Bupati Purwakarta itu, jabatan Menhan adalah momentum tepat bagi Prabowo untuk membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang bertindak tegas ketika kedaulatan bangsa di Natuna, Kepulauan Riau diusik China.

"Pak Prabowo kami mendambakan kegarangan bapak ketika nasionalisme dan kedaulatan bangsa terusik,” ujar Kang Dedid -larib disapa-, di Purwakarta, Sabtu (04/01) seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLJabar.

Dedi menyatakanmempertahankan wilayah perairan dengan tujuan menjaga kedaulatan serta melindungi seluruh kekayaaan alam yang terjandung di dalamnya adalah kewajiban sebuah negara. Terkait persahabataan dengan China, kata Dedi adalah relasi kesetaraan.

“Karena setara itu, ketika ada kekayaan yang diambil, sikapnya bukan lagi perundingan, melainkan tindakan tegas,” ucap Dedi.

Lebih lanjuyt Dedi menjelaskan, ketegasan tidak melulu dengan pendekatan militer. Ia menyebutkan, metode yang tepat seperti yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan  lalu, Susi Pudjiatusti adalah tepat. Yakni, Penenggelaman kapal pencuri ikan.

“Kalau tujuannya melindungi kekayaan ikan kita, sebenarnya metodologi yang dipakai Bu Susi cukup merepotkan pencuri ikan. Karena yang dihadapi adalah nelayan, bukan tentara. Yang harus diterapkan adalah aturan kelautan, dan tenggelamkan kapal itu efektif,” kata Dedi.

Berkaitan kedaulatan bangsa, pelanggaran keamanan dan batas negara, tentu yang harus dilakukan adalah sikap tegas dan tanpa kompromi dari Kementerian Pertahanan.

“Dan itu sudah disebutkan oleh Komisi I bahwa harus ada tindakan tegas tanpa kompromi,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Dedi menegaskan, semua pihak tidak usah lagi membuat alibi beragam. Pasalnya, kasus kapal nelayan China yang dikawal militer negara harus melalui pendekatanan kedua, yakni tindakan militer demi perlindungan keamanan dan kedaulatan negara.

“Kalau perlindungan keamanan, tak ada kompromi. Sikap tegas. Karena itu kedaulutan negara,” kata dia.

Dedi pun menyindir sikap pemerintah dengan analogi tetangga atau sahabat yang mencuri barang berharga. “Kita punya rumah dengan kekayaan televisi, uang, dan emas. Kemudian kita punya sahabat atau tetangga yang ambil uang kita tanpa izin. Apakah sebagai kepala keluarga lantas ngobrol gini, ya sudah enggak apa-apa, nanti kita bicarakan dulu, kan itu sahabat papah, mungkin enggak? Nah itu saja,” kata Dedi.

Dedi menyatakan, kedaulatan negara tidak bisa ditukar dengan urusan lain dan harus disikapi dengan ketegasan. “Kalau kita punya tetangga banyak bantu kita, atau kerja sama usaha, bukan investasi ya. Lalu istri kita diambil dia, rela enggak? Lebih baik kita miskin daripada harga diri terinjak,” ujarnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya