Berita

Masalah di Natuna bisa picu intervensi asing/Net

Politik

Bahaya! Klaim China Atas Natuna Utara Bisa Undang Intervensi AS Dan Rusia

SABTU, 04 JANUARI 2020 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kengototan Pemerintahan China atas kepemilikan wilayah perairan Natuna Utara diprediksi mengundang intervensi dari negara adidaya lainnya, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, hingga Rusia.

Sikap ngotot China sangat tampak dari caranya yang terus mengirim sejumlah kapal Penjaga Pantai dan nelayan ke perairan Indonesia di Laut Natuna Utara pada Rabu lalu (2/1).

Sementara, hasil Konvensi Hukum Laut PBB pada 1982, menyebut wilayah perairan Natuna Utara sebagai hak eksplorasi Bangsa Indonesia.  


Untuk itu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), meminta pemerintah bersikap tegas dalam masalah di Natuna Utara. Agar tidak menimbulkan intervensi dari AS, Jepang, hingga Rusia ke depannya.

"Pemerintah harus lebih tegas merespons klaim sepihak China ini. Selain dapat mengganggu stabilitas kawasan Asia-Pasifik, oleh karena kemungkinan besar 'mengundang' intervensi negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang dan bahkan Rusia," kata Ketua Umum DPP GMNI Imanuel Cahyadi, dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (4/1).

Imanuel juga mengatakan, klaim China atas Natuna Utara itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Yakni dengan cara mengekplorasi sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut.

"Dari perspektif ekonomi, baik gas alam dan ikan-ikan ini dapat menunjang kebutuhan energi dan pangan China karena populasi penduduk mereka mencapai 1,3 miliar jiwa," ucap Imanuel.

Oleh karena itu, GMNI berpandangan bahwa klaim sepihak ini jelas-jelas bakal mengganggu kedaulatan dan keutuhan NKRI.

"Bahkan berpotensi menciptakan instabilitas ekonomi politik di Indonesia sendiri. Karena kemungkinan besar muncul gelombang-gelombang demonstrasi menolak China di kemudian hari," demikian Imanuel.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya