Berita

Mahfud MD/Net

Politik

Mahfud MD: Kita Punya Kedaulatan Yang Harus Dijaga

JUMAT, 03 JANUARI 2020 | 21:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah Komunis China yang mengklaim wilayah teritori perairan Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara, mulai dipersoalkan pemerintahan hari ini.

Lewat Kementerian Luar Negeri, pemerintah menyatakan sikap untuk mempertahankan perairan Natuna sebagai milik Indonesia.

Dalam rapat tingkat menteri yang digelar siang tadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membacakan empat poin sikap pemerintah atas kasus Natuna ini.


Pertama menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal China yang mengeruk ikan di wilayah ZEE Indonesia. Kedua, wilayah ZEE Indonesia telah ditetapkan oleh hukum internasional, yaitu melalui Konvensi Hukum Laut PBB atau UNCLOS 1982.

Ketiga, China yang merupakan bagian dari UNCLOS 1982, wajib menghormati dan mengimplementasi konvensi tersebut. Keempat, Indonesia tidak akan pernah mengakui nine dashed-lines sepihak China di perairan Natuna.

Namun demikian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menggarisbawahi bahwa cara yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan ini adalah dengan menggunakan jalur diplomasi atau perundingan antar kedua negara.

Jalur diplomasi dengan China, kata Mahfud akan ditempuh guna mempertegas hak eksplorasi sumber daya alam (SDA) di perairan milik Kepulauan Riau tersebut.

"Yah pokoknya itulah pernyataan kita, ada jalan diplomatik tentunya, ada jalan sendiri," ucap Mahfud saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/1).

Oleh karena itu, pemerintah juga akan melakukan pertemuan lanjutan dengan pemerintah China di kemudian hari, yang belum diketahui tempat dan waktunya.

"Kalau Menlu (kemarin) sudah memanggil (pihak China). Dan terus nanti akan melakukan konsultasi-konsultasi lanjutan. Saya kira itu yang penting, kita punya kedaulatan dan hak berdaulat juga yang harus kita jaga," pungkas Mahfud.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya