Berita

Pertamina/Net

Politik

Jenderal Iran Dibunuh AS, Rakyat Indonesia Harus Siap-siap Subsidi BBM Dicabut

JUMAT, 03 JANUARI 2020 | 20:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) ke Bandara Internasional Baghdad pada Jumat pagi (3/1) waktu setempat, bakal mempertegang hubungan antara AS, Iran, dan Irak.

Pasalnya, serangan itu menewaskan Komandan Pasukan Al Quds Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dan wakil komandan milisi Irak yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Rakyat, Abu Mahdi al-Muhandis.

Bukan cuma ketegangan politik yang akan terjadi karena tragedi ini. Tetapi, juga ketegangan ekonomi dunia.


Pengamat ekonomi politik dari Universitas Airlangga Ichsanudin Noorsy menilai, serangan AS ke Iran bakal memperkeruh iklim ekonomi global yang sudah tidak menentu akibat perang dagang antara AS dengan China.

"Ya akan meningkatkan tingkat ketidakpastian ekonomi global. Jika Iran melawan, Timur Tengah tegang," ucap Ichsan saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/1).

Tak berhenti di situ, efek dari tingkah laku AS ini juga bakal merunut ke lonjakan harga minyak dunia yang mungkin bisa melambung tinggi. Sebab, tidak lama setelah serangan itu dilaporkan terjadi, harga minyak dunia naik 2 dolar AS menjadi 63,18 dolar AS per barel.

Ditambah, perlawanan Iran yang memangkas ekspor minyak Iran menjadi 200 miliar dolar AS, yang merupakan akibat dari AS yang menjatuhkan sanksi-sanksi ke industri minyak Iran.

Menurut Ichsan, Indonesia juga bakal terdampak dari serangan AS ke Iran hari ini. Di mana asumsi harga minyak dunia dalam APBN 2020 dipatok sebesar 63 dolar AS per barel. Dampak paling nyatanya adalah lonjakan harga BBM hingga pencabutan subsidi.

"Subsidi dicabut karena memang rezim neolib (neoliberalisme). Beban rakyat secara optimal untuk optimalnya kenikmatan pemodal finansial," kata Ichsan.

Kebijakan itu, diprediksi Ichsan bisa saja terjadi. Karena pemerintahan saat ini bisa diibaratkan seperti dua sisi mata uang koin yang berbeda. Kebijakan yang diambil tidak sesuai dengan jargon politik Kabinet Presiden Joko Widodo “Indonesia Maju”.

"Karena Indonesia konsisten menerapkan kebijakan mengoptimalkan kenikmatan pemodal (investasi asing dan utang luar negeri)," tegasnya.

Oleh karena itu, Ichsan berkesimpulan bahwa revisi harga BBM bakal dilakukan pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Rakyat harus bersiap-siap karena pencabutan subsidi hanya tinggal menunggu waktu saja.

"Direvisi. Tapi malu dia (Sri Mulyani) merevisi dalam waktu dekat," pungkas Ichsan. 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya