Berita

Anggota Fraksi Gerindra Kamrussamad/Net

Politik

Kamrussamad Disemprit Wakil Ketua Umum Partai Gerindra

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 23:29 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Catatan yang disampaikan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad, dinilai tidak pantas.

Yang memberikan penilaian adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Catatan Kamrussamad yang dinilai kurang pas oleh Arief Poyuono terkati kinerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sepanjang 2019. Kamrussamad meminta agar di tahun 2020 Tito lebih banyak bekerja, bukan hanya banyak bicara seperti triwulan pertama.


Selasa malam (31/12), Kamrussamad juga meminta agar Tito menyelesaikan antrean blanko KTP elektronik, isu desa fiktif, dan isu pencucian uang kepala daerah di kasino.

“Ini statement ngawur dan gagal paham  dari anggota DPR baru yang belum ngerti cara  mengukur kinerja Menteri dikabinet Joko Widodo-Maruf Amin,” ujar Arief Poyuono dalam perbincangan redaksi beberapa saat lalu.

Arief Poyuono mengatakan, saat ini menteri-menteri masih dalam tahap konsolidasi dan memetakan program. Ini penting dilakukan karena setiap menteri harus mengikuti semua visi dari Presiden Joko Widodo.

“Terkait catatan kepada Mendagri yang disampaikan (Kamrussamad) kayaknya terlalu mengada ada. Sebab Mendagri selama ini justru banyak bicara juga banyak bekerja. Seperti melakukan turba ke daerah-daerah untuk memastikan agar Pemerintah daerah bisa mensinkronkan kebijakan daerah dengan pusat dalam rangka mendorong investasi di daerah. Ini lebih penting,” jelasnya.

Adapun soal antrean KTP elektronik, sambung dia, hanya terjadi di beberapa kabupaten dan masalahnya sudah selesai.

Lalu, kasus desa fiktif juga sudah dipastikan hoax. Sementara terkait isu pencucian uang kepala daerah di kasino juga sudah clear dimana Mendagri bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK).

“Jadii yang dikatakan anggota Komisi II DPR RI dari Gerindra itu kayak salah besar dan cuma omdo,” sambungnya.

Arief Poyuono juga mengatakan, sepengetahuannya tidak ada kebijakan Partai Gerindra mengevaluasi pemerintahan Joko Widodo karena Gerindra juga bagian dari pemerintah. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya