Berita

Ahmad Dhani/Net

Politik

Ahmad Dhani Tidak Akan Garang Lagi Pada Jokowi

SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 15:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Setelah 11 bulan mendekam di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Ahmad Dhani akhirnya kembali menghirup udara bebas pada Senin pagi (30/12) tadi.

Momen ini mungkin ditunggu-tunggu oleh musisi kenamaan Indonesia ini. Sebab, setelah keluar dari Cipinang, pentolan Dewa 19 ini langsung menyatakan dukungannya terhadap Prabowo untuk kembali maju di Pemilu Presiden (Pilpres) ke depan.

Pernyataan tersebut turut menarik perhatian pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin. Sebab dengan pernyataan itu, katanya, bisa dipastikan Dhani tidak akan lagi kritis pada pemerintahan Joko Widodo seperti sebelum dipenjara.


“Dalam konteks 5 tahun politik ini, Ahmad Dhani tidak akan sering, tidak akan keras mengkritik Jokowi," ujar Ujang saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (30/12).

Menurut Ujang, sikap itu sesuatu yang pasti, karena Ahmad Dhani bakal patuh dan tunduk terhadap Prabowo, yang telah memilih bergabung dengan Jokowi di pemerintahan.

"Karena bagian dari etika politik koalisi Prabowo dengan Jokowi. Jadi orang-orang kritisnya diminta untuk diam," kata Ujang.

Ke depan, Ahmad Dhani bakal fokus terjun ke dunia politik. Hal itu terlihat dari pembagian waktu yang lebih dominan, yakni 70 persen untuk politik dan 30 persen untuk musik.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya