Berita

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte/Net

Dunia

Setelah Putin, PM Italia Ajak Presiden Erdogan Buat Larangan Terbang Di Libya

MINGGU, 29 DESEMBER 2019 | 10:33 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte tidak hanya membahas krisis Libya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Melainkan juga telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Hal itu sebagaimana rilis akhir tahunnya yang berlangsung selama 3,5 jam di Villa Madama Roma, Sabtu (28/12).

Demi menyelesaikan krisis di Libya, kata PM Conte, negaranya mengusulkan untuk segera diberlakukannya zona larangan terbang (no fly zone) di seluruh wilayah Libya. Penetapan zona larangan terbang itu adalah opsi untuk menyelesaikan konflik Libya.
 

 
"Zona larangan terbang juga bisa menjadi instrumen untuk mencapai tujuan penghentian permusuhan sesegera mungkin," lanjut Conte.

Italia pun, kata PM Conte, mendukung sepenuhnya inisiatif untuk diadalammya Konferensi Libya pada awal tahun 2020 di Berlin, Jerman.

"Jadi ada aktivitas diplomatik yang luas di pihak Italia yang seringkali tidak terlihat," kata Conte.

Seperti juga Turki, Italia berdiri di belakang Perdana Menteri Libya Fayez al-Serraj dan pemerintahnya yang berbasis di Tripoli, yang didukung oleh Kesepakatan Nasional (GNA). 

Sementara Rusia mendukung kekuatan tokoh militer Khalifa Haftar, yang berbasis di timur Libya, yang berusaha selama berbulan-bulan terakhir ini untuk mengambil alih Tripoli, sehingga membuat Libya semakin terjerat krisis berkepanjangan.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace, Ingin Konflik Palestina Diselesaikan PBB

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:18

Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Perabot dan Ekonomi hingga Rp8 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:56

KPK Panggil Petinggi PT Niogayo Bisnis Konsultan terkait Suap Pajak

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:36

Pemeriksaan Mantan Menhub Budi Karya di KPK Dijadwal Ulang

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:24

Pajak: Gelombang Protes dan Adaptasi Kebijakan Pusat

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:20

Tujuh Jukir Liar di Pasar Tanah Abang Diamankan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:17

Tiga Bos Swasta di Kasus Korupsi Proyek Kantor Pemkab Lamongan Dipanggil KPK

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:15

Sambut Ramadan, Prabowo Sedekah 1.455 Sapi untuk Tradisi Meugang Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:07

Sembako Diaspora Malaysia untuk Warga Aceh Tertahan di Bea Cukai

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:02

85 Negara Anggota PBB Kecam Upaya Israel Ubah Status Tanah Tepi Barat

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:54

Selengkapnya