Berita

Maia Estianty/Net

Hukum

Penipuan Yang Menimpa Maia Modus Social Engineering, Tidak Terkait Gojek

SABTU, 28 DESEMBER 2019 | 12:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kasus penipuan yang menimpa artis Maia Estianty dan viral di media sosial turut menuai respons dari pengamat cyber crime.

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengatakan, Maia kemungkinan menghadapi proses dan tehnik penipuan dengan social engineering. Teknik ini memungkinkan penipu dapat memperoleh kode atau kata-kata sandi dari korban melalui tipu muslihat yang modusnya semakin canggih dan kompleks.

Dia mencontohkan adanya fitur *21#, yaitu sebuah fitur telekomunikasi yang biasa digunakan untuk melakukan call forwarding namun dapat disalahgunakan oleh oknum pelaku penipuan untuk memerdayai calon korbannya guna memperoleh akses password ke berbagai aplikasi yang digunakan korbannya.


Fitur ini, menurut Ardi, yang dimanfaatkan oknum penipu yang mengaku mitra Gojek, Yusdi Alamsyah, yang dilaporkan oleh Maia.

"Ini adalah masalah klasik yang dapat terjadi pada siapapun, terlepas dari aplikasi yang digunakan. Jadi tidak ada hubungan dengan teknologi dan aplikasinya. Alangkah baiknya bagi konsumen para pengguna aplikasi daring bisa meningkatkan kewaspadaannya, terutama di masa-masa liburan ini agar tidak lengah. Sebab, kelengahan itulah yang dicari oleh para pelaku kejahatan online," tuturnya, Sabtu (28/12).

Untuk itu, Ardi mengingatkan agar pengguna aplikasi segera melakukan verifikasi ke nomor kontak penyelenggara dan perusahaan aplikator daringnya jika mendapat permintaan mencurigakan seperti meminta kode atau memasukkan kode *21#.

Terkait keamanan bertransaksi dengan menggunakan aplikasi atau e-money, Ardi menilai justru aplikasi atau uang elektronik lebih aman digunakan daripada transaksi tunai dikarenakan adanya jejak transaksi yang bisa ditelusuri untuk mempermudah proses penyidikan dan forensik digitalnya.

Ardi berharap semoga pihak kepolisian bisa cepat menanggapi hal ini, karena penipuan berbasis social engineering ini tidak hanya terjadi pada penyelenggara atau aplikator tertentu.

"Saya kira banyak perusahaan besar yang namanya sering disalahgunakan untuk penipuan. Yang jelas tidak ada perusahaan manapun yang ingin mempertaruhkan reputasinya apalagi jika mereka bergelut di industri jasa yang memerlukan kepercayaan tinggi dari masyarakat. Dan, sangat penting bagi para masyarakat dan pengguna aplikator daring untuk tidak lengah dan tidak mudah percaya jika ada oknum yang mengaku dari perusahaan besar," tukasnya.

Sementara itu, Gojek Indonesia memberikan respons cepat terkait kasus penipuan yang melibatkan Maia Estianty dan oknum yang mengaku mitranya, Yusdi Alamsyah. Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen mengatakan, keamanan pengguna dan mitra selalu menjadi prioritas sehingga pihaknya mengecam keras kasus penipuan berbasis social engineering tersebut.

"Kami tengah menghubungi Ibu Maia mengenai kasus tersebut dan kami siap membantu agar penipu dapat diusut dan ditindak oleh pihak kepolisian," ujarnya, Jumat (27/12).

Lebih lanjut, Alvita mengingatkan agar pengguna dan mitra Gojek senantiasa waspada dan mengecek kembali apabila mereka dihubungi oleh pihak yang mengaku dari Gojek ataupun mitra Gojek.

"Baik perusahaan, mitra Gojek maupun GoFood tidak pernah meminta kode apapun lewat cara apapun. Jadi konsumen sebaiknya tidak memberitahukan kode atau informasi rahasia apapun. Jika ada keraguan, silahkan hubungi customer service kami yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu di 021-50849000 atau melalui email ke customerservice@go-jek.com," tandasnya.

Kasus ini bermula ketika mantan istri musisi Ahmad Dhani itu membagikan keluhannya atas tindakan penipuan yang dilakukan oleh oknum penipu yang mengaku mitra Gojek, Yusdi Alamsyah, via akun instagram pribadinya. Dalam laporannya yang menjadi viral, Maia menulis sudah dua kali tertipu oleh oknum yang mengaku mitra Gojek, yang ujung-ujungnya justru mengakses berbagai aplikasi lain di HP-nya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya