Berita

LPSK menolak tegas tudingan Ombudsman/RMOL

Politik

LPSK Keberatan Disebut Maladministrasi Dan Diskriminasi Oleh Ombudsman

JUMAT, 27 DESEMBER 2019 | 18:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) angkat bicara soal tudingan Ombudsman RI terkait Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP). Ombudsman menyebut LPSK melakukan maladministrasi dan diskriminasi pada Deklarasi Damai kasus pelanggaran HAM Talangsari, Lampung Timur yang dilakukan 20 Februari 2019.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo menegaskan pihaknya tidak pernah terlibat dalam acara Deklarasi Damai kasus dugaan pelanggaran HAM Berat Talangsari, Lampung Timur.

"LPSK menyatakan sepenuhnya keberatan atas penilaian Ombusman RI yang menyatakan LPSK telah melakukan maladministrasi," tegas Hasto dalam jumpa pers di Kantor LPSK, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (27/12).


Hasto juga merasa heran dengan LAHP Ombudsman. Pasalnya, pihak yang melaporkan ke Ombudsman atas Deklarasi Damai kasus dugaan pelanggaran HAM Berat Talangsari adalah Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), bukan LPSK.

Atas dasar itu, lanjut Hasto, LPSK meminta Ombudsman untuk melakukan evaluasi atas tudingan yang dinilainya tidak berdasar tersebut.

"Kami meminta Ombudsman menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada LPSK sebagai lembaga negara," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu. Menurutnya, Ombudsman tidak cermat hingga menyebut LPSK melakukan maladministrasi dan diskriminasi.

Sebab, lanjut Edwin, masyarakat Talangsari yang menolak Deklarasi Damai kasus Talangsari tersebut justru melapor ke LPSK bukan ke Ombudsman.

"Kami terima laporan, kok kami jadi terlapor, ini gimana ceritanya?" Edwin menambahkan.

Diketahui, Deklarasi Damai kasus Talangsari diinisiasi oleh Kementerian Bidang Politik Hukum dan Kemanan (Kemenko Polhukam) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya