Berita

Kisruh Jiwasraya/Net

Bisnis

Sengkarut Jiwasraya Mulai 2018? Hasil Dokumen Menyatakan Jiwasraya Bermasalah Sejak 1998

JUMAT, 27 DESEMBER 2019 | 17:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jika melihat runutan catatan kondisi keuangan perusahaan, ternyata masalah sesungguhnya sudah dimulai sejak 1998 atau dua puluh tahun sebelum Pilpres 2018.

Masalah kian “berbunga” lantaran terkesan ada pembiaran.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE), Piter Abdullah.  Menurutnya, langkah-langkah yang tidak tepat dari direksi dalam upaya penyelamatan kian membuat situasi runyam.


Tahun 2006 telah terjadi defisit solvabilitas sebesar Rp 3,29 triliun, tetapi  saat itu peran pemerintah sangat lambat dalam menangani defisit tersebut. Lambatnya peran pemerintah saat itu, menbuat  tiga tahun berselang defisit kian besar hingga mencapai Rp5,7 triliun.

Kondisi pun bertambah parah tahun-tahun berikutnya.

Tahun 2010-2011 pemerintah batal melakukan Penanaman Modal Negara (PMN) melalui Zero Coupon Bond, ini kian memperburuk solvabilitas perseroan.  Terhitung 30 November 2011 sudah di angka Rp6,39 triliun.

“Persoalan Jiwasraya menumpuk karena pembiaran yang terlalu lama,” kata Piter.

Ekuitas perusahaan memang negatif sejak  2006. Pemerintah tak ada keseriusan dalam menangani hal ini sehingga kondisi kian buruk setiap tahun berjalan.

Produk JS Saving Plan yang diluncurkan Jiwasraya pada 2013 digadang-gadang dapat menbuat Jiwasraya meningkatkan aset, dan kucuran dana segar untuk mengurangi defisit.

Sayangnya, saat itu berbarengan dengan meroketnya beban bunga.  Untuk diketahui, JS Saving Plan merupakan utang perusahaan kepada nasabah dengan bunga 9/13 persen.

Tenor JS Saving Plan sendiri hanya 1 tahun.

Jiwasraya akhirnya kian terpuruk, akibat penempatan investasi pada saham gorengan, yang tidak mengedepankan prinsip prudent pada pengelolaan dan faktor risiko.

“Itu namanya gali lubang tutup lubang. Masalahnya adalah di pengelolaan investasi,” terang Piter.

Pemerintah tak kunjung serius menangani krisis ini. Sehingga tidak perlu heran ketika masalah Jiwasraya kian membesar seperti sekarang ini.

Dalam rapat dengar pendapat di DPR RI, sejumlah anggota DPR menyinggung mafia pasar modal. Kejaksaan Agung pu  menangkap indikasi korupsi di Jiwasraya yang menyebabkan negara merugi Rp 13,7 triliun.

Indikasi itu mengacu pada dokumen dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pekan lalu. Dokumen itu juga merilis keterangan bahwa yang terjadi pada Jiwasraya saat ini adalah masalah menahun sejak krisis moneter 1998.

Namun, masalah tidak terselesaikan lewat langkah penyelamatan sejak 2006 hingga 2010, dan diperburuk dengan pengelolaan investasi atas penerbitan produk JS Saving Plan di tahun 2013 dan 2014.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya