Berita

Putri Gus Dur, Alissa Wahid/RMOL

Politik

Memori Detik-Detik Wafatnya Gus Dur Kembali Dibuka Alissa Wahid

RABU, 25 DESEMBER 2019 | 23:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Memori tentang sosok almarhum Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kembali menghiasi masyarakat yang hadir dalam haul ke-10 Gus Dur yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (25/12).

Kenangan tersebut kembali dibuka oleh putri Gus Dur, Alissa Wahid. Di depan ratusan jamaah, memori tersebut diawali dengan sebuah puisi berisi keistimewaan Gus Dur, yakni gangguan penglihatan yang dibacakan Alissa.

Jamaah kembali disuguhkan rentetan detik-detik wafatnya sang ayah pada 24 Desember 2009 malam.


Saat itu, sore hari tepatnya, Alissa diperintahkan ibunya untuk menghubungi ayahnya untuk segera kembali ke Jakarta guna melakukan cuci darah.

Ajakan putrinya yang disampaikan lewat telepon tersebut ternyata tak diikuti oleh presiden yang terkenal jenaka itu. Gus Dur bersikeras harus ke Pesantren Tebuireng, Jombang untuk berziarah ke makam kakeknya, KH Hasyim Asyari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

"Lalu beliau mengatakan, 'enggak Nak, Bapak sudah dipanggil Mbah Hasyim, Bapak harus ke Jombang malam ini'," ucap Alissa menirukan ucapan Gus Dur pada saat menelepon.

Usai ditelepon oleh Alissa, Gus Dur selanjutnya bertolak ke Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Namun saat diperjalanan, Gus Dur terjatuh lantaran kelelahan sehingga dibawa ke RSUD Jombang.

Di sana, Alissa berusaha dan meminta agar Gus Dur dapat beristirahat. Ia pun bergegas mengubungi dokter pribadi ayahnya supaya datang dan membujuk untuk bertolak ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk beristirahat.

Saat dibujuk, Gus Dur mengiyakan untuk dibawa ke Surabaya.

Pada saat di perjalanan menuju Surabaya menggunakan mobil ambulans, Gus Dur terbangun dan menanyakan keberadaannya.

"Dalam perjalanan di Mojokerto beliau bertanya, iki neng ndi? (Ini di mana), Mojokerto Pak. Loh ko Mojokerto? Aku ini mau ke Tebuireng. Ke Rumah Sakit dulu ke Surabaya. Enggak, aku ini dipanggil Mbah Hasyim, jadi aku harus sampai," ujar Alissa menirukan perbincangannya dengan Gus Dur.

Mobil ambulans yang membawa Gus Dur terpaksa memutar arah untuk kembali ke Tebuireng agar Gus Dur dapat berziarah ke makam kakeknya.

Pada saat itu, Gus Dur berbincang kepada salah satu sepupunya. Gus Dur, kata Alissa memberikan pesan tanda-tanda ia akan wafat.

"Maka malam itu juga ambulans berbalik arah lalu ke Tebuireng, ia berpesan kepada salah satu sepupu beliau, menyampaikan bahwa, 'de minggu depan saya ke sini'. Dan seminggu kemudian mengantarkan beliau untuk dimakamkan di Tebuireng," kisahnya.

Mengakhiri ceritanya, Alissa kemudian meminta kepada jamaah untuk tidak memuja-muji Gus Dur, melainkan mengambil hikmah kebaikan ayahnya.

"Kita tidak pernah tau usia kita, kalau hari ini kita berkumpul bukan untuk memuja muji beliau tapi karena kita ingin belajar, kita ingin mengambil keteladanan, mencari inspirasi terutama di dalam situasi kehidupan kebangsaan tidak seperti ini sekarang, banyak kebencian, permusuhan, prasangka, banyak orang hanya mencari kepentingannya sendiri atau kepentingan golongan, banyak orang yang menghina dan mengalahkan lainnya, banyak orang yang sibuk mengumpulkan harta," tandasnya.

Dalam acara tersebut, para jamaah menggelar haul dengan istighosah serta tahlil akbar.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya