Yandri Susanto (berpeci hitam)/RMOL
Jelang Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) awal tahun depan, polarisasi diantara kader sudah mulai kentara. Disatu sisi, ada yang mendukung pendiri partai Amien Rais, dan di sisi yang lain ada yang mendukung petahana Ketua Umum, Zulkifli Hasan.
Dinamika ini menjadi isu yang hangat diperbincangkan di internal PAN, karena masing-masing loyalis, mempunyai dasar dalam mempertahankan pilihannya.
Bagi pendukung Amien, regenerasi kepemimpinan di PAN masih harus terus dijaga, caranya dengan membatasi masa ketua umum sebanyak 1 periode.
Namun bagi pendukung Zulhas panggilan akrab Zulkifli Hasan, PAN mesti masuk kepada era baru dimana harus mempunyai sosok baru yang selama ini kerab kali diidentikkan dengan Amien Rais.
Untuk keberadaan Amien sendiri, saat ini jabatannya ialah Ketua Dewan Kehormatan PAN yang tidak memiliki fungsi politik maupun taktis.
Akan tetapi, Amien memiliki pengaruh terhadap penentuan siapa yang akan memegang tampuk kepemimpinan umum untuk periode 2020-2025 kedepan.
Atas fakta tersebut, pengurus tekhnis partai, dalam hal ini Ketua DPP Yandri Susanto, tidak meribetkan keberadaan Amien sebagai Ketua Dewan Kehormatan.
Katanya, setiap jabatan sudah diatur di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Sehingga, persoalan Kongres yang tengah dipersiapkan pasukannya tidak khawatir dicampuri oleh Amien.
"Ada tupoksinya masing-masing, sudah ditulis di anggaran dasar anggaran rumah tangga hasil kongres," kata Yandri saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/12).
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Petahana Zulhas telah menetapkan Eddy Soeparno sebagai Steering Committee (SC), dan Eko Patrio sebagai Organizing Committee (OC). Namun penetapan itu berakhir ricuh, karena Zulhas membawa kabur palu sidang usai penetapan di rapat pengurus harian DPP PAN akhir pekan lalu.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Zulhas juga telah membentuk tim 7 yang bertugas untuk mengatur dan menetapkan tempat dan tanggal pelaksanaan Kongres V PAN tahun depan.
Hingga sejauh ini, Yandri mengkonfirmasi tak ada kendala untuk persiapan Kongres yang di dalam rangkaian acaranya juga bakal memilih Ketua Umum PAN periode 2020-2025.
"Enggak ada kendala, kita jalan terus. Nanti tim 7 yang akan mengevaluasi (persiapan Kongres). Tapi kalau dari aspirasi mayoritas DPW dan DPD-DPD, yang mereka sebagai peserta penuh Kongres, itu merekomendasikan Sulawesi Tenggara, di Kendari tempatnya," pungkas Yandri.